bisnis online gratis

Jika saat ini Anda masih belum menghasilkan puluhan hingga ratusan ribu rupiah dari internet, saatnya bergabung bersama kami secara gratis di http://ngeklik.com/?id=ahmadhusen

Anda memiliki potensi untuk meraih puluhan juta rupiah dari internet, klik http://ngeklik.com/?id=ahmadhusen untuk bergabung bersama ribuan member kami

Bukan PTC, Bukan MLM, Bukan Bisnis Investasi, Bukan Kriminal, dan 100% Bukan Penipuan/Scam (lihat bukti asli pencairan komisi member). Sistem kami mendeteksi kecurangan memiliki kesamaan dengan yang diterapkan oleh situs PPC dan Google Adsense dalam mendeteksi klik fraud/ klik palsu. Kami pastikan member yang suka melakukan kecurangan akan mendapatkan hukuman: Profit dikurangi, profit tidak bertambah, atau account dibanned. Mari jalani dengan niat baik tanpa kecurangan, pasti profit Anda kami cairkan dengan segera setelah mencapai nominal minimum pencairan

bisnis online tanpa modal (true)

Jika saat ini Anda masih belum menghasilkan puluhan hingga ratusan ribu rupiah dari internet, saatnya bergabung bersama kami secara gratis di http://ngeklik.com/?id=ahmadhusen

Anda memiliki potensi untuk meraih puluhan juta rupiah dari internet, klik http://ngeklik.com/?id=ahmadhusen untuk bergabung bersama ribuan member kami

Ngeklik.com: Bukan PTC, Bukan MLM, Bukan Bisnis Investasi, Bukan Kriminal, dan 100% Bukan Penipuan/Scam (lihat bukti asli pencairan komisi member). Sistem kami mendeteksi kecurangan memiliki kesamaan dengan yang diterapkan oleh situs PPC dan Google Adsense dalam mendeteksi klik fraud/ klik palsu. Kami pastikan member yang suka melakukan kecurangan akan mendapatkan hukuman: Profit dikurangi, profit tidak bertambah, atau account dibanned. Mari jalani dengan niat baik tanpa kecurangan, pasti profit Anda kami cairkan dengan segera setelah mencapai nominal minimum pencairan

perbandingan pendidikan

BAB I

PENDAHULUAN

 

Menurut pengertian dasarnya studi perbandingan pendidikan mempunyai arti menganalisa dua hal atau lebih untuk mencari kesamaan–kesamaan dan perbedaan–perbedaannya. Sehingga dengan demikian akan dapat memberikan pengertian dan pemahaman terhadap berbagai macam system pendidikan yang ada di berbagai negara dan kawasan dunia.

Selain dari beberapa hal tersebut dengan studi perbandingan pendidikan yang ada akan mengakibatkan tumbuh dan berkembangnya kemampuan untuk membandingkan berbagai pendidikan dari berbagai negara dan kawasan dunia tersebut. kemudian selain yang tersebut dengan studi perbandingan ini pula, seseorang akan lebih mudah untuk menganalisa dan menyimpulkan sumber – sumber kekuatan dan kelemahan dari system pendidikan yang berorientasi pada tujuan – tujuan pendidikan internasional dan universal.

Dalam memajukan pendidikan, suatu negara perlu membandingkannya dengan pendidikan di negara lain, dengan tujuan untuk mengetahui persamaan dan perbedaannya, kelebihan dan kekurangannya, lalu mengambil unsur positifnya sekaligus menyesuaikan dengan kondisi lokal.

Dorongan rasa ingin tahu manusia yang kuat, telah mendorong seseorang untuk mengetahui dan mempelajari lebih jauh tentang keadaan kehidupan yang berlaku di luar lingkungan masyarakatnya atau negaranya sendiri. Dan dengan mengetahui keadaan kehidupan yang berlaku di luar lingkungan masyarakatnya sendiri dan dapat mengetahui kehidupan masyarakat lainnya itu akan mengakibatkan terjadinya saling pengertian dan terjadinya kerja sama dan saling tolong menolong untuk mencapai tujuan dan kemajuan bersama. Untuk mengetahui keberadaan di luar masyarakatnya atau bangsa lainnya diperlukan apa yang sekarang dikenal dengan istilah studi komparative atau studi perbandingan.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. SISTEM PENDIDIKAN DI AUSTRALIA

–       Perlu diketahui bahwa menurut UUD Australia, setiap pemerintah negara bagian di Australia bertanggung jawab atas bidang pendidikan pada tingkat sekolah di bagian tersebut. Pemerintah Australia tidak memiliki kekuasaan dalam bidang pendidikan, dan hanya dapat membuat kebijakan dalam bidang tersebut dengan persetujuan dari negara bagian yang bersangkutan. Pendanaan pokok sekolah dilakukan oleh pemerintah negara bagian, namun pemerintah Australia juga memberikan dana tambahan untuk program tertentu.

–       Tahun akademik di Australia dimulai pada akhir bulan Januari dan berakhir pada pertengahan bulan Desember. Tahun akademik dibagi ke dalam empat term dimana setiap term yang lamanya kurang lebih 10 minggu. Pada akhir setiap term, para murid mendapatkan dua minggu liburan, namun pada akhir tahun semua murid mendapatkan liburan selama kurang lebih enam minggu.

–       Di Australia, sekolah dimulai dengan kindergarten (taman kanak-kanak) dan dilanjutkan dari kelas 1 sampai kelas 12. Terdapat tiga tingkat sekolah, yaitu:

    • primary school (sekolah dasar): taman kanak-kanak sampai kelas 6 atau kelas 7 (tergantung pada negara bagiannya)
    • high school (sekolah menengah pertama): kelas 7 atau 8 sampai kelas 10 (tergantung pada negara bagiannya)
    • senior high school/senior secondary school/college (sekolah menengah atas): kelas 11 sampai kelas 12.

–       Murid di Australia mulai sekolah pada umur 4,5 tahun sampai 5,5 tahun (kindergarten). Orang tua murid wajib menyekolahkan anaknya sampai dengan usia 15 atau 16 tahun (tergantung pada negara bagiannya). Jika anaknya tidak rajin masuk sekolah, orang tua dikenakan denda/sanksi.

–       Pada tingkat high school, semakin tinggi tingkat sekolah, murid semakin bebas memilih mata pelajaran yang akan diambil. Pada tingkat senior secondary school, murid boleh memilih hampir semua mata pelajaran sesuai dengan keinginannya. Sebagaian besar dari high school dan senior secondary school juga menawarkan mata pelajaran yang bersifat kejuruan, seperti perhotelan, turisme, muatan lokal; teknik kayu, teknik logam (hospitality, tourism, woodworking, metal working)

–       Pada akhir kelas 12, murid sekolah mendapatkan Year 12 certificate. Piagam tersebut disertai transkrip nilai mata pelajaran yang telah diambil dengan nilai yang diraih. Untuk sebagian besar dari mata pelajaran pada tingkat kelas 12, nilai siswa dihitung dari tugas sekolah serta hasil ujian di negara bagian yang dilakukan pada akhir tahun. Nilai tersebut dapat langsung digunakan untuk mendaftar ke universitas, tanpa perlu diuji lagi.

–       Di Australia, terdapat public schools (sekolah-sekolah negeri) dan private schools (sekolah-sekolah swasta). Kurang lebih dua pertiga dari murid bersekolah di sekolah negeri, sedangkan sisanya bersekolah di sekolah swasta. Private schools di Australia dibagi menjadi dua kelompok: yang berafiliasi pada agama (biasanya Katolik atau Protestan, tetapi ada juga sekolah Islam) dan yang tidak berafiliasi kepada agama (independent schools).

  1. 1.      Sistem Pengelolaan

 

1.1  Di semua Negara bagian kecuali Australian Capital Territory (ACT), sekolah dasar dan menegah dikelola oleh departemen pendidikan di masing-masing negara bagian. Di setiap sekolah, termasuk di ACT, terdapat asosiasi Parents and Citizens Association (P&C), yang terdiri atas orang tua dari murid. P&C tersebut dapat memberikan masukan atau rekomendasi kepada pihak sekolah, dan kadang-kadang mengumpulkan dana tambahan untuk sekolah dengan mengadakan acara fundraising atau menjalin hubungan dengan bisnis setempat.

 

1.2  ACT memiliki sistem yang berbeda, disebut School Based Management, di mana setiap sekolah bebas dalam hal pengelolaan. Setiap sekolah dikelola oleh School Board yang terdiri atas Kepala Sekolah, beberapa guru, dan beberapa orang tua dari murid. School Board tersebut bertanggung jawab atas segala aspek pengelolaan sekolah, termasuk: proses seleksi kepala sekolah, guru dan staf lain di sekolah, pengelolaan rutin sekolah, alokasi pendanaan yang diberikan oleh pemerintah ACT, pemilihan bahasa asing yang akan diarjakan di sekolah, pelaksanaan program khusus, dan sebagainya.

 

  1. 2.      Kurikulum

 

2.1  Di semua negara bagian kecuali (ACT) kurikulum ditetapkan oleh departemen pendidikan. Namun, di ACT terdapat sistem managemen sekolah School Based Management di mana pihak sekolah bertanggung jawab atas pembuatan kurikulum dan materi. Dalam sistem tersebut, para guru mengembangkan kurikulum sendiri untuk mata pelajaran masing-masing. Setiap tahun, semua kurikulum diajukan kepada departemen pendidikan untuk proses evaluasi. Jika kurikulum tertentu dianggap tidak memenuhi standar minimal, pihak departemen dapat meminta agar kurikulum direvesi atau bahkan dapat menolak kurikulum tersebut.

2.2  Di setiap negara bagian kurikulum untuk Year 11 dan Year 12, yaitu tingkat SMA, dibuat oleh badan khusus di bawah departemen pendidikan, yang biasnaya disebut Senior Secondary Board. Selain pengembangan kurikulum, badan tersebut juga bertanggung jawab atas pelaksanaan ujian yang dilakukan pada akhir Year 12 dan pengeluaran Year 12 Certificate.

2.3  Pemerintah Australia ingin menetapkan kurikulum nasional (national curriculum) dalam berbagai bidang studi, yaitu bahasa Inggris, Sejarah, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan. Dalam hal ini, pemerintah nasional sedang bekerjasama dengan pemerintah negara bagian, sebab perubahan kurikulum hanya dapat dilakukan atas persetujuan negara bagian.

 

  1. 3.      Standar Lulusan

3.1  Pada tingkat SD dan SMP, murid meluluskan setiap year pembelajaran atas rekomendasi dari guru. Rekomendasi guru berdasarkan perkembangan murid selama seluruh tahun, dan tidak berdasarkan ujian. Jarang sekali ada murid yang tidak lulus. Biasanya murid tidak lulus karena umur atau sikap yang dianggap terlalu muda, bukan karena prestasi belajar yang kurang memuaskan. Semua murid mendapatkan rapor pada akhir Term dengan nilai prestasi belajar.

3.2  Pada tingkat SMA, persyaratan kelulusan ditetapkan oleh Senior Secondary Board masing-masing Negara bagian. Kelulusan berdasarkan beberapa faktor. Pertama, murid harus mengambil mata pelajaran yang cukup pada setiap tahun, biasanya lima mata pelajaran pada Year 12. Mata pelajaran ini sedikit sekali, namun bahannya cukup mendalami. Kedua, ada persyaratan mengenai jenis mata pelajaran yang boleh diambil, misalnya wajib mengambil minimal satu mata pelajaran dari golongan Matematika/Ilmu Pengetahuan dan satu dari golongan Bahasa/Ilmu Sosial. Syarat lainnya adalah harus mendapatkan nilai pass (50 persen keatas) untuk semua mata pelajaran.

3.3  Di semua negara bagian, kecuali ACT, nilai untuk mata pelajaran tingkat Year 12 berdasarkan dua atau tiga komponen, yaitu: hasil tugas sekolah, nilai ujian akhir tahun yang dilaksanakan oleh Senior Secondary Board, dan kadang-kadang suatu proyek. Nilai dari ujian akhir tahun juga digunakan untuk menjaga standar kenilaian melalui proses moderation. Jika dalam sekolah tertentu nilai berdasarkan hasil tugas sekolah tinggi sedangkan nilai berdasarkan ujian akhir tahun rendah, maka nilai final murid-murid di sekolah tersebut akan dikurangi.

3.4  Di ACT, tetap dilakukan ujian akhir tahun pada tingkat Year 12. Namun, nilai dari ujian itu hanya dilakukan untuk proses moderation yang tersebut diatas. Nilai final berdasarkan hasil tugas sekolah saja.

3.5  Senior Secondary Board masing-masing negara bagian mengeluarkan Year 12 Certificate serta transkrip akademik bagi semua murid yang lulus Year 12.

 

  1. 4.      Sistem pembiayaan

4.1  Semua public school bebas biaya sekolah. Namun, para orang tua yang menyekolahkan anaknya di sekolah negeri biasanya diminta untuk membayar voluntary payment (pembayaran sukarelawan) yang tidak terlalu besar. Sebagian besar dari pendanaan pada sekolah-sekolah negeri diberikan oleh pemerintah di masing-masing negara bagian.

4.2  Sekolah-sekolah yang berafiliasi pada agama, khususnya sekolah-sekolah Katolik, cenderung menetapkan biaya sekolah yang rendah. Sebagian besar pendanaan sekolah-sekolah yang berafilisasi pada agama diberikan oleh pemerintah, baik pemerintah negara bagian maupun pemerintah nasional. Independent schools cenderung menetapkan biaya sekolah yang cukup tinggi, hingga pendanaanya dari pemerintah lebih sedikit.

 

  1. 5.      Sistem Evaluasi

5.1  Ujian nasional di Australia, yaitu National Assessment Program: Literacy and Numeracy (NAPLAN), baru dimulai pada tahun 2008. Sebelumnya, ujian kemampuan pada bidang pelajaran utama, seperti membaca, menulis dan menghitung (biasanya disebut Basic Skills Test) dilakukan oleh negara bagian masing-masing. Sebagian besar dari negara bagian masing-masing tersebut mulai melaksanakan semacam Basic Skills Test pada akhir tahun 1980an atau awal 1990an.

5.2  Terdapat beberapa kelompok yang mengkritisi adanya ujian kemampuan yang semula dilakukan pada tingkat nasional, termasuk sarikat guru, para orang tua, tokoh-tokoh politik dan sebagainya. Namun pada umumnya, masyarakat telah menerima bahwa ujian kemampuan semacam ini diperlukan.

5.3  Ujian NAPLAN dilakukan setiap bulan Mei dan diikuti semua murid year 3, 5, 7 dan 9 (kelas 3 dan 5 SD, dan kelas 1 dan 3 SMP). Kemampuan murid dalam 4 (empat) bidang diuji, yaitu membaca, menulis, pemakaian bahasa Inggris (ejaan, tata bahasa, tanda baca dan sebagainya), dan menghitung.

5.4  Hasil ujian NAPLAN dikirimkan kepada sekolah dan orang tua murid. Hasilnya dapat menunjukkan murid mana yang bermasalah dalam bidang-bidang tertentu, agar murid tersebut dapat diberikan bantuan yang lebih dalam pelajarannya. Hasil ujian NAPLAN juga dapat dibandingkan dengan negara bagian dan sekolah. Hal ini dapat menunjukkan sekolah mana yang mempunyai tingkat dibawah standar nasional. Sekolah-sekolah yang di bawah standar nasional akan diberikan dana tambahan agar dapat meningkatkan mutu pengajaran.

5.5  Selain NAPLAN, departemen pendidikan masing-masing negara bagian menggunakan berbagai cara untuk mengevaluasi sekolah. Pihak sekolah sendiri melakukan self-evaluation setiap tahun dengan melaporkan kepada departemen mengenai bidang-bidang yang kurang memuaskan dan rencana untuk memerperbaiki hal tersebut. Departemen pendidikan juga mengunjungi sekolah-sekolah untuk mengevaluasi situasi.

 

 

  1. 6.      Pengajaran Pendidikan Jasmani

6.1  Pendidikan jasmani wajib diajarkan pada tingkat SD dan SMP, namun merupakan mata pelajaran pilihan pada tingkat SMA. Mata pelajaran pendidikan jasmani pada tinkgat SMA lebih cenderung ke arah health and nutrition, sports management dan sports psychology.

6.2  Pada tingkat SD, murid biasnaya melakukan kegiatan olahraga di sekolah beberapa kali seminggu. Ada jenis olahraga yang bersifat individu (seperti berlari dan senam) dan ada juga yang bersifat beregu (seperti main bola dll). Jangka waktu minimal untuk kegiatan olahraga ditetapkan oleh departemen pendidikan masing-masing negara bagian. Murid SD juga belajar dasarnya tentang badan dan kesehatan, termasuk golongan makanan dan diet yang sehat.

6.3  Pada tingkat SMP, pelajaran jasmani lebih structured. Ada mata pelajaran khusus untuk pendidikan jasmani, Physical Education, yang biasanya diajarkan dua kali seminggu untuk total satu setengah jam. Fokus dari mata pelajaran Physical Education adalah kegiatan olahraga, namun hal kesehatan (termasuk diet, nutrisi, bahayanya narkoba, sex education dan sebagainya) juga diajarkan.

6.4  Pada saat ini pengajaran pendidikan jasmani sangat penting karena Australia sedang mengalami krisis obesitas. Diperkirakan bahwa kurang lebih setengah dari penduduk Australia, termasuk anak-anak, overweight atau bahkan obese. Hal ini disebabkan gaya hidup, misalnya kebanyakan makanan junk food (makanan yang kurang bergizi, seperti coklat dan chips) dan kekurangan oleh raga (anak-anak cenderung lebih suka main game elektronik daripada main di luar rumah). Oleh karena itu, pihak sekolah dan departemen pendidikan sedang mencari cara baru untuk mengajarkan pendidikan jasmani. Salah satu contoh adalah canteen sekolah. Setiap sekolah memiliki kantin yang menjual makanan ringan dan makanan siang kepada murid. Telah bayak sekolah yang memutuskan agar hanya makanan sehat yang akan dijual, seperti buah, sandwhich, dan jus. Diharapkan bahwa melalui program seperti ini murid-murid akan dibiasakan makan makanan sehat.

 

  1. 7.      Bimbingan konseling

7.1  Pada tingkat sekolah menengah terdapat seorang counselor yang bekerja full-time di setiap sekolah. Pada tingkat SD biasanya tidak ada counselor yang bekerja full-time, namun ada yang berkunjung sekolah sekali seminggu atau dua minggu sekali. Counselor di sekolah harus berkualifikasi (berpendidikan tinggi dalam bidang psikologi atau social work).

7.2  Murid dapat berbicara langsung dengan counselor mengenai berbagai masalah, baik masalah akademik maupun masalah non-akademik. Untuk masalah akademik, disarankan agar murid berbicara dengan guru dulu, Namun, jika murid bermasalah dengan guru, dapat berbicara dengan counselor. Masalah non-akademik termasuk masalah-masalah pribadi seperti hal-hal kekeluargaan atau masalah bullying. Counselor dapat memberikan nasehat kepada murid, dan jika perlu dapat membahas masalah dengan pihak sekolah atau pihak lain yang bersangkutan. Namun, jika demikian counselor harus selalu menghormati privasi murid dan tidak boleh menyebutkan nama murid tanpa ijin. Jika menurut counselor suatu masalah di luar bidang pengetahuannya, maka counselor dapat menyaran agar murid bertemu dengan seroang lain yang lebih tahu tentang bidang itu.

7.3  Kadang-kadang pihak sekolah dapat menyarankan kepada orang tua agar anaknya mengikuti program counseling jika dianggap bahwa murid yang bersangkutan mengalami kesulitan dalam pelajarannya atau tidak dapat dikendali sama sekali oleh guru. Para guru wajib melapor kepada pihak sekolah, counselor dan departemen jika mencurigai bahwa seorang anak mengalami kekerasan dalam rumah tangga.

 

  1. 8.      Pendidikan tinggi

8.1  Di Australia, universitas biasanya menyelenggarakan program yang bersifat akedemik sedangkan sebagian besar dari program vokasi diselenggarakan oleh lembaga TAFE (Technical and Further Education) yang berada di setiap negara bagian Australia. Pemerintah Australia bertanggung jawab atas universitas, dan pemerintah negara bagian bertanggung jawab atas TAFE. Hampir semua universitas di Australia adalah universitas negeri.

 

 

 

 

Sistem penyetaraan ijazah vokasi dan akademik di Australia adalah sebagai berikut:

Table 1. Penyetaraan ijazah vokasi dan akademik di Australia

Vocational Education and Training

(Pendidikan Vokasi)

Higher Education

(Pendidikan Tinggi)

  Doctorate Degree (S3)
  Master’s Degree (S2)
Vocational Graduate Diploma Graduate Diploma
Vocational Graduate Certificate Graduate Certificate
  4 year Bachelor Degree atau 3 year Degree + Honours (S1)
  3 year Bachelor Degree (D3)
Advanced Diploma (D2) Advanced Diploma, Associate Degree (D2)
Diploma (D1/D2) Diploma (D1/D2)
Certificate IV  
Certificate III  
Certificate II  
Certificate I  

 

B.     SISTEM PENDIDIKAN DI JEPANG

1.      Penyusunan Kurikulum Sekolah di Jepang

Seperti halnya di Indonesia, di Jepang pun kurikulum disusun oleh sebuah komite khusus dibawah kontrol Kementerian Pendidikan (MEXT).  Komisi Kurikulum terdiri dari wakil dari Teacher Union, praktisi dan pakar pendidikan, wakil dari kalangan industri, dan wakil MEXT.  Komisi ini bertugas mempelajari tujuan pendidikan Jepang yang terdapat dalam Fundamental Education Law (Kyouiku kihonhou), lalu menyesuaikannya dengan perkembangan yang terjadi baik di dalam maupun luar negeri.  Namun, karena unsur politik sangat kental mewarnai wakil-wakil yang duduk dalam komisi ini maka tak jarang terjadi perdebatan panjang terutama antara wakil teacher union dan wakil kementerian dalam penyusunan draft kurikulum.

Pembaharuan kurikulum di Jepang berlangsung setiap 10 tahun sekali, dan kurikulum terbaru yang diterbitkan di tahun 1998 adalah pembaharuan ketujuh sejak kurikulum yang diterapkan pada Perang Dunia II.

Kurikulum 1998 membawa angin baru dalam dunia pendidikan Jepang.  Kurikulum ini berbeda dengan kurikulum sebelumnya berdasarkan konsep yang dibawanya yaitu pendidikan yang berorientasi kepada pengembangan beragam personality siswa, bukan seperti sebelumnya yaitu common education, atau pendidikan yang sama untuk semua siswa.

Guru-guru di Jepang sejak perang percaya bahwa pendidikan harus bersifat massal dan sama, bahkan pendidikan yang menjurus kepada kekhasan tertentu atau menerapkan pola/metode yang lain daripada yang lain dianggap salah.  Guru-guru Jepang senantiasa menjaga image bahwa semua siswa harus memiliki prestasi yang sama, kedisiplinan yang sama dengan sistem pendidikan yang serupa.  Namun adanya kurikulum baru menyadarkan mereka bahwa setiap anak punya potensi yang berbeda dengan lainnya, dan inilah yang harus dibina.

Kurikulum yang baru bersifat fleksibel dan memungkinkan sekolah untuk meramu kurikulum sendiri berdasarkan kondisi daerah, sekolah dan siswa yang mendaftar. Sebagai contoh, di SMP, selain mata pelajaran wajib, siswa juga ditawarkan dengan mapel pilihan.

Dengan adanya kurikulum baru ini, training besar-besaran dilakukan untuk mengubah pola pikir guru-guru Jepang.  MEXT juga merevisi beberapa buku pelajaran, dan secara hampir bersamaan mengusulkan pemberlakuan 5 hari sekolah dan adanya jam khusus untuk pengembangan jiwa sosial siswa melalui integrated course atau sougoteki jikan.

Kurikulum di level sekolah disusun dengan kontrol penuh dari The Board of Education di Tingkat Prefectur dan municipal (distrik).  Karena kedua lembaga ini masih terkait erat dengan MEXT, maka pengembangan kurikulum Jepang masih sangat kental sifat sentralistiknya.  Namun rekomendasi yang dikeluarkan oleh Central Council for Education (chuuou shingi kyouiku kai) pada tahun 1997 memungkinkan sekolah berperan lebih banyak dalam pengembangan kurikulum di masa mendatang.

Beberapa hal berikut harus diperhatikan ketika sekolah menyusun kurikulumnya :
1.  Mengacu kepada standar kurikulum nasional

2. Mengutamakan keharmonisan pertumbuhan jasmani dan rohani siswa

3. Menyesuaikan dengan lingkungan sekitar

4. Memperhatikan step perkembangan siswa

5. Memperhatikan karakteristik course pendidikan/jurusan pada level SMA

Secara garis besar penyusunan kurikulum sekolah adalah sebagai berikut :
1. Menetapkan tujuan sekolah

2. Mempelajari standar kurikulum, dan korelasinya dengan tujuan sekolah

3. menyusun course wajib dan pilihan untuk SMP dan SMA

4. Mengalokasikan hari efektif sekolah dan jam belajar.

2.      Sistem Pendidikan Prasekolah dan Dasar di Jepang

2.1  pendidikan prasekolah

Untuk pendidikan prasekolah, di Jepang saat ini ada lembaga pendidikan Hoikuen, Youcien dan Youhouen.

2.1.1        perbedaan hoikuen (h) dan youchien (y)

H: Fasilitas penitipan bagi anak-anak yg orang-tuanya karena hal-hal tertentu sesuai  syarat yg ditentukan, sehingga tdk bisa  menjaga/merawat/mengasuh anak-anaknya.

Y: Sekolah yang bertujuan menjaga-mendidik anak-anak, memberikan lingkungan yang sesuai pada mereka, dan membantu perkembangan dan pertumbuhan mereka.

2.2  Syarat masuk

H: memiliki syarat khsusus, yg jika tidak memenuhi syarat itu sulit bisa memasukkan anak ke sana. Diantaranya: Orang tuanya bekerja/belajar,Keluarga yg tidak ada  org tuanya(krn meninggal, tdk ketahuan keberadaannya dll), si-ibu melahirkan, Orang tuanya harus merawat dan menjaga salah satu anggota keluarga yg sakit atau butuh perhatian khusus,keluarga yg terkena musibah (kebakaran, banjir dll)

Y: ditentukan umur (misal utk thn ajaran 2004: per 2 April 2000 utk yg system 3 thn ajaran)Tergantung system tahun ajaran yg dipakai( 1 atau 2 atau 3 thn ajaran)

2.3  Jam masuk

H: umumnya dr jam 8:00 s/d 17:00, tapi ada system perpanjangan dan tergantung H

Y: rata-rata 4-5 jam belajar

 

2.4  Pendaftaran (tempat dan waktu)

H: di Kuyakusho, dan banyak kosong pada bln thn ajaran baru April, tapi bisa diajukan ketika memenuhi syarat diatas.

Y: di Yochien yang bersangkutan , bulan Oktober sdh dibuka pendaftaran utk thn ajaran berikutnya.

2.5  Usia anak

H: tergantung aturan, dari 1 bulan s/d usia sekolah. Bagi yg sudah masuk SD, ada tempat utk menitipkan mereka.

Y: 3 thn(3 thn ajaran), 4 thn(2 thn ajaran),5 thn(1 thn ajaran).

2.6  Agenda Kegiatan Tahunan(contoh dr Youchien)

–            April: Nyuenshiki/shigyoushiki, hogoshakai(pertemuan wali murid),oyako-ensoku,tanjobikai

–            Mei: Hari ibu,kyushoku-sankan

–            Juni: Hari Bapak,oyako-taiso,musiba-youbo day

–            Juli: Tana-Bata, Suika-wari

–            Agustus :kateihoumon/koujinmendan,Kegiatan liburan musim panas

–            September: Oyako-ensoku

–            Oktober: Undokai

–            November: Hoiku-sankan , Omiseyasan-gokko

–            Desember: Mochi-tsuki, Christmas

–            Februari: Mame-maki,Happyoukai,eigo-sankan

–            Maret: Hinamatsuri, Shuuryoshiki

–            Pengukuran tinggi dan berat badan

–            Pemeriksaan badan

–            Bahasa Inggris

–            Olah raga

–            Renang

–            Touban (giliran) utk menata dan mengantar makan siang

2.7  Biaya

Untuk Hoikuen, tergantung dgn pajak yang dibayar oleh orang tuanya. Sedang Youchien, kalau yang Negri biasanya murah (tdk lebih dari 10.000 yen), kalau swasta biayanya cukup besar sekitar 20.000 yen, tapi bisa mendapat bantuan dari kuyakusho.

 YOHOUEN

Sedangkan Youhouen itu merupakan gabungan dari hoikuen dan youchien, dan system ini masih baru dilaksanakan, mungkin belum semua daerah memiliki fasilitas seperti ini. Jadi utk anak 1,2 3 thn, mereka masuk di hoikuen, sedang yang 4 thn dan 5 thn masuk di yochiennya.

 

  1. 3.      sistem pendidikan SD

3.1  Pendaftaran

Kegiatan pendaftaran masuk SD, sudah dimulai sejak bulan 10, dgn pengenalan SD tsb pada calon wali murid. Saat ini, kita dibebaskan untuk memilih SD yang dikehendaki, termasuk pindah wilayah, hanya mesti mengurus kepindahan itu. Dari kuyakusho/siyakusho, surat-surat pendaftaran masuk SD akan dikirim.

3.2  Kegiatan sekolah

–            April: sigyoshiki,Hogoshakai (berisi tentang perkenalan,perlengkapan alat2, arahan belajar dll) , Bimbingan keselamatan,pemeriksaan kesehatan(badan, mata, gigi,tht dll) dimulai

–            Mei: Ensoku, Syaseikai, Bimbingan perawatan gigi

–            Juni: Bimbingan Renang, gakko-koukai(sekolah dibuka utk umum)

–            Juli: Hogoshakai(persiapan masuk natsu yasumi), pelajaran renang

–            Agsutus: dibuka kelas khusus,kateihoumon,pelajaran renang

–            September: hogoshakai (ttg kegiatan musim panas), undokai

–            Oktober: gakkokokai, hinnan kunren

–            November: tenrankai, bimbingan keselamatan

–            Desember: marathon, hogoshakai (menjelang fuyu yasumi)

–            Januari: Bimbingan keselamatan-lalu lintas, jugyousankan

–            Februari: hinnan kunren(latihan penyelamatan diri)

–            Maret: hogoshakai

Istilah-istialh penting:

Teru-teru bouzu:kepercayaan dengan memasang boneka putih, bisa meminta agar cuaca tidak hujan/menjadi cerah.

Tana bata: cerita legenda dari China yang menjadi  kepercayaan masyarakat jepang, kisah bersumber dari 2 bintang yg menghimpit Milky way, dilambangkan  dgn perpisahan 2 orang kekasih, dimana hanya setahun sekali tiap tgl 7 juli yg cerah mereka bisa bertemu. Di Jepang, pada tgl 6 membuat tulisan di kertas yg berisi keinginan2 mereka, dan kertas itu digantungkan di sasano ha(daun bamboo). Tgl 7, bamboo itu di alirkan disungai atau laut(kebanyakan saat ini dihias), maka keinginanya bisa tercapai.

Hina matsuri: Pada awalnya, hina ningyo itu merupakan hadiah dr raja kepada putrinya sbg mainan, lama-kelamaan orang jepang memasang hina nigyou ini dengan harapan agar anak-anak perempuannya bisa mendapat kebahagiaan dan  keberuntungan.

Mame maki:ni wa soto, fuku wa uchi mame (kacang kedelai) yang sdh dimasak dilempar, mereka percaya degan hal itu bisa mengusir kami-gami jahat(oni). Mereka juga percaya, kalau makan mame sejumlah umurnya thn itu atau ditambah satu, akan sehat dn selamat dalam setahun itu.

  1. SISTEM PENDIDIKAN DI KOREA SELATAN
  1. Perkembangan Pendidikan Korea Selatan.

Salah satu hal menarik dari Korea Selatan adalah tentang pendidikan di negara tersebut. Berdasarkan beberapa informasi, 98% masyarakat Korea Selatan merupakan masyarakat yang berpendidikan. Seperti halnya pendidikan di negara-negara lain, termasuk Indonesia. Pendidikan di Korea Selatan dilaksanakan dalam beberapa jenjang, yaitu jenjang pendidikan primer (primary education), pendidikan sekunder (secondary education), dan pendidikan tinggi (high education).

  • Pendidikan primer di Korea Selatan diwajibkan untuk anak-anak berusia 6 sampai 14 tahun. Pada jenjang pendidikan primer ini, prosesnya dilaksanakan di taman kanak-kanak dan sekolah dasar.
  • Pendidikan sekunder di Korea selatan idealnya dilaksanakan selama 6 tahun, yaitu 3 tahun di sekolah menengah (setara dengan SMP di Indonesia) dan sekolah atas (setara dengan SMA di Indonesia). Pada jenjang pendidikan sekunder ini, prosesnya dilaksanakan sekolah-sekolah kejuruan (setara dengan SMK di Indonesia). Selain itu, pada usia-usia sekolah menengah dan sekolah tinggi ini, anak-anak Korea Selatan melaksanakan beberapa pendidikan tambahan, yaitu melalui kegiatan kursus-kursus tertentu.
  • Pendidikan tinggi di Korea Selatan dilaksanakan melalui kegiatan-kegiatan perkuliahan selama empat tahun.di beberapa perguruan tinggi, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta yang jumlahnya sekitar 330 perguruan tinggi. Adapun beberapa perguruan tinggi yang terkemuka di Korea Selatan antara lain Universitas Korea (Korea University), Universitas Nasional Seoul (Seoul National University), Universitas Ewha (Ewha Women’s University), dan Universitas Yonsei (Yonsei University).Selebihnya untuk jenjang pendidikan pascasarjana. Dengan demikian, orang Korea Selatan menghabiskan paling tidak 23 tahun dari usianya dalam pendidikan formal.
    Masyarakat Korea Selatan tergolong masyarakat yang mempunyai atensi tinggi terhadap pendidikan sehingga tiap tahunnya sekitar 4 juta siswa anak tercatat melaksanakan kegiatan belajar di taman kanak-kanak dan sekolah dasar, sekitar 4 juta siswa anak di sekolah menengah, sekolah atas dan sekolah kejuruan, dan sekitar 3,2 juta mahasiswa melaksanakan kegiatan kuliah di perguruan tinggi. Program Penilaian Siswa Internasional (Program for International Student Assessment) yang dijalankan oleh OECD ( Oganization Economic Cooperation and Development ) baru-baru ini menempatkan pendidikan Korea Selatan di peringkat 11 dunia. Walau siswa-siswa sekolah Korea Selatan seringkali menempati ranking tinggi pada tes komparatif internasional, sistem pendidikannya sering dikritik karena menerapkan cara pembelajaran yang pasif dan terlalu banyak menghafal. Sistem pendidikan Korea Selatan yang tergolong disiplin dan terstruktur adalah pengaruh Konfusianisme yang sudah tertanam sejak lama dalam masyarakat Korea. Siswa-siswanya jarang memiliki waktu cukup untuk bersantai karena mengalami tekanan untuk berprestasi baik dan masuk universitas ternama.

Pada mulanya, seiring dengan didirikannya Republik Korea tahun 1948, pemerintah mulai menyusun sistem pendidikan modern. Lima tahun kemudian, 1953, pemerintah mewajibkan menyelesaikan sekolah dasar selama enam tahun pada usia antara 6 dan 11 tahun. Jumlah anak yang terdaftar pada tingkat dasar ini mencapai 99,8 persen, dan tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah. Tahun 2001 mulai diterapkan pendidikan wajib pada jenjang sekolah menengah.

Menteri Pendidikan dan Sumber Daya Manusia Korea Selatan Ahn Byung-young menjelaskan, tahun 2004 ini Pemerintah Korea Selatan menjabarkan tujuan pendidikan dalam tiga sasaran utama, yakni pengembangan sumber daya manusia, penguatan pada kesejahteraan pendidikan, serta pembangunan sistem desentralisasi dan reformasi daerah.Pengembangan sumber daya manusia diyakini akan memperkuat negara itu memasuki persaingan di dunia internasional. Melalui penguatan kesejahteraan pendidikan bisa diatasi kesenjangan pendidikan dan meningkatkan integrasi sosial. Sementara untuk memperluas pembangunan negara dan daya saing daerah yang merata, dipersiapkan desentralisasi sektor pendidikan dan reformasi sistem pendidikan daerah yang terarah. Perguruan tinggi pun diberi peran dalam pengembangan pendidikan, melalui program “Brain Korea 21” atau BK21. Program ini bertujuan meningkatkan derajat sumber daya manusia Korea Selatan memasuki persaingan dalam komunitas internasional abad ke-21. Dimulai sejak tahun 1999 dan direncanakan berlangsung selama tujuh tahun, hingga tahun 2005. Melalui program ini pemerintah mengucurkan dana sebesar 1,4 triliun won (sekitar Rp 11,2 triliun), untuk mendanai perguruan tinggi dengan titik berat pada kegiatan penelitian. BK21 menjadi semacam unit riset unggulan dalam pendidikan tinggi Korea Selatan.

Pemerintah Korea Selatan memang tidak pelit mengeluarkan dana untuk sektor pendidikan.Tahun 2004, pendidikan mendapat 16,5 persen dari total anggaran negara. Dari budget itu, pendidikan dasar mendapat porsi terbesar dibandingkan dengan pendidikan tinggi.Seiring dengan kebijakan pendidikan wajib yang diperpanjang menjadi sembilan tahun (sekolah dasar hingga sekolah menengah), pemerintah menjaring sumber dana tambahan dengan menarik pajak pendidikan daerah, pajak pendapatan, dan pajak konsumsi rokok.Baru-baru ini Presiden Korea Selatan, Lee Myung-bak, mengumumkan untuk segera mereformasi sistem pendidikan di Korea Selatan. Reformasi ini sebagai cara untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Korea Selatan. Sebagai langkah awal usaha tersebut, presiden Korea Selatan ini mengundang para ahli dan pejabat di lingkungan pendidikan ternama Korsel berdiskusi. Tujuan reformasi ini adalah mencari jalan keluar yang dapat menjembatani kebutuhan siswa, orang tua, dan dunia kerja. Siswa Korsel diharapkan tidak hanya bisa diserap dalam dunia bisnis, namun juga institusi penelitian maupun organisasi. Menurut Lee, kesusksesan reformasi pendidikan yang tengah dirintis pemerintahannya akan meningkatkan taraf hidup masyarakat dan dirasakan hingga kelas-kelas di sekolah.

Agar usaha ini berjalan lebih cepat, perlu adanya pertemuan lanjutan yang diadakan setiap bulan antara pemerintah dan pihak berwenang dari sekolah. Menurut data dari pemerintah Korsel, para orang tua menghabiskan dana hampir USD 19 juta per tahun hanya pada sektor pendidikan swasta, seperti bimbingan belajar. Segala kebutuhan siswa untuk masuk universitas terbaik akan segera diusahakan tanpa siswa harus mengikuti sekolah tambahan. Biaya yang tinggi ini juga menyebabkan para orang tua di Korsel menabung dan menyekolahkan anak mereka ke luar negeri untuk pendidikan yang lebih baik. Reputasi sistem pendidikan publik makin bertambah parah, dengan ditemukannya kasus penyuapan yang dilakukan sekolah pemerintah (publik). Skandal ini telah melukai masyarakat dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan sekolah publik. Strategi yang ditawarkan pemerintah Korsel adalah mendorong sekolah dengan program pendidikan yang efektif dan memberikan penghargaan bagi sekolah yang berhasil menyelenggarakan pendidikan terbaik.

Selain itu, sistem yang baru juga akan memberikan keleluasaan bagi orang tua memilih sekolah yang terbaik bagi anaknya. Selama ini orang tua hanya boleh menyekolahkan anak mereka di sekolah negeri di sekitar tempat tinggal mereka. Menurut pemerintah Korsel, strategi ini akan mendorong sekolah publik untuk berprestasi lebih baik agar tidak kehilangan siswanya.

 

  1. 2.      Latar Belakang

Republik Korea Selatan yang didirikan pada tahun 1948 terletak di semenanjung daratan Asia Timur, dengan batas-batas wilayah sebelah timur berbatasan dengan lautan pasifik, sebelah selatan berbatasan dengan selat Jepang, disebelah barat berbatasan dengan demarkasi militer (garis lintang 380) yang memisahkan Korea Selatan dan Korea Utara. Penduduk Korea Selatan kurang lebih 47 juta jiwa dengan angka pertumbuhan penduduk rata-rata 1,7% per tahun dengan kondisi penduduk yang homogen (etnik Korea), dengan angka literasi 98% (World Almanac 2000). Adapun sistem pemerintahan Korea Selatan bersifat sentralistik. Dengan sistem sentralistik ini, maka kebijakan-kebijakan pemerintah termasuk di bidang pendidikan dapat dijalankan tanpa harus mendapat persetujuan badan legislatif daerah, seperti yang terdapat pada pemerintahan sistem desentralisasi.

 

  1. 3.      Tujuan Pendidikan Korea Selatan.

             Salah satu keputusan Dewan Nasional Republik Korea tahun 1948 adalah menyusun undang-undang pendidikan. Sehubungan dengan hal ini, maka tujuan pendidikan Korea Selatan adalah untuk menanamkan pada setiap orang rasa Identitas Nasional dan penghargaan terhadap kedaulatan Nasional; (menyempurnakan kepribadian setiap warga Negara, mengemban cita-cita persaudaraan yang universal mengembangkan kemampuan untuk hidup mandiri dan berbuat untuk Negara yang demokratis dan kemakmuran seluruh umat manusia; dan menanamkan sifat patriotisme.

 

  1. 4.      Struktur dan jenis Pendidikan

Secara umum sistem pendidikan di Korea Selatan terdiri dari empat jenjang yaitu : Sekolah dasar, Sekolah Menengah Tingkat Pertama, SLTA dan pendidikan tinggi. Keempat jenjang pendidikan ini sejalan dengan “grade” 1 – 6(SD), grade 7 – 9 (SLTP), 10 -12 (SLTA), dan grade 13 – 16 (pendidikan tinggi/program S1) serta program pasca sarjana (S2/S3). Berikut visualisasi grade pendidikan yang dimaksud. Sekolah dasar merupakan pendidikan wajib selama 6 tahun bagi anak usia 6 sampai 12 tahun, dengan jumlah Angka Partisipasi Murni (APM) SD mencapai 99,8%, putus sekolah SD 0%. SMP merupakan kelanjutan SD bagi anak usia 12-15 tahun, selama 3 tahun pendidikan, yang kemudian melanjutkan ke SLTA pada grade 15-18, dengan dua pilihan yaitu: umum dan sekolah kejuruan. Sekolah kejuruan meliputi pertanian, perdagangan, perikanan dan teknik. Selain itu ada sekolah komperhensif yang merupakan gabungan antara sekolah umum dan sekolah kejuruan yang merupakan bekal untuk melanjutkan ke akademik (yunior college) atau universitas (senior college) yang kemudian dapat melanjutkan ke program pasca sarjana (graduate school) gelar master/dokter.

  1. Manajemen Pendidikan Korea Selatan

Kekuasaan dan kewenangan dilimpahkan kepada menteri pendidikan. Di daerah terdapat dewan pendidikan (board of education). Pada setiap propinsi dan daerah khusus (Seoul dn Busam), masing-masing dewan pendidikan terdiri dari tujuh orang anggota, yang mana lima orang dipilih oleh daerah otonom dan dua orang lainnya merupakan jabatan „ex officio‟ yang dipegang oleh walikota daerah khusus atau gubernur propinsi dan super intendent, Dewan pendidikan diketuai oleh walikota atau gubernur.

1)      Anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan Korea Selatan berasal dari anggaran Negara, dengan total anggaran 18,9% dari Anggaran Negara. Pada tahun 1995 ada kebijakan wajib belajar 9 tahun, sehingga porsi anggaran terbesar diperuntukan untuk ini, adapun sumber biaya pendidikan, bersumber dari GNP untuk pendidikan, pajak pendidikan, keuangan pendidikan daerah, dunia industri khusus bagi pendidikan kejuruan.

2)       Guru/Personalia. Terdapat dua jenis pendidikan guru, yaitu tingkat academic (grade 13-14) untuk guru SD, dan pendidikan guru empat tahun untuk guru sekolah menengah. Dengan biaya ditanggung oleh Pemerintah untuk pendidikan guru negeri. Kemudian guru mendapat sertifikat yaitu : sertifikat guru pra sekolah, guru SD, dan guru sekolah menengah, sertifikat ini diberikan oleh kepala sekolah dengan kategori guru magang, guru biasa dua (yang telah diselesaikan on-job training) dan lesensi bagi guru magang dikeluarkan bagi mereka yang telah lulus ujian kualifikasi lulusan program empat tahun dalam bidang engineering, perikanan, perdagangan, dan pertanian. Sedangkan untuk menjadi dosen yunior college (D2), harus berkualifikasi master (S2) dengan pengalaman dua tahun dan untuk menjadi dosen di senior college harus berkualifikasi doktor (S3).

3)      Kurikulum. Reformasi kurikulum pendidikan di korea, dilaksanakan sejak tahun 1970-an dengan mengkoordinasikan pembelajaran teknik dalam kelas dan pemanfaatan teknologi, adapun yang dikerjakan oleh guru, meliputi lima langkah yaitu (1) perencanaan pengajaran, (2) Diagnosis murid (3) membimbing siswa belajar dengan berbagai program, (4) test dan menilai hasil belajar. Di sekolah tingkat menengah tidak diadakan saringan masuk, hal ini dikarenakan adanya kebijakan “equal accessibility” ke sekolah menengah di daerahnya.

 

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

 

Dari pemaparan diatas, maka dapat diperoleh beberapa kesimpulan, antara lain:

Australia

Di semua Negara bagian kecuali Australian Capital Territory (ACT), sekolah dasar dan menegah dikelola oleh departemen pendidikan di masing-masing negara bagian. Di setiap sekolah, termasuk di ACT, terdapat asosiasi Parents and Citizens Association (P&C), yang terdiri atas orang tua dari murid.

Di semua negara bagian kecuali (ACT) kurikulum ditetapkan oleh departemen pendidikan. Namun, di ACT terdapat sistem managemen sekolah School Based Management di mana pihak sekolah bertanggung jawab atas pembuatan kurikulum dan materi. Dalam sistem tersebut, para guru mengembangkan kurikulum sendiri untuk mata pelajaran masing-masing.

Semua public school bebas biaya sekolah. Namun, para orang tua yang menyekolahkan anaknya di sekolah negeri biasanya diminta untuk membayar voluntary payment (pembayaran sukarelawan). Sekolah-sekolah yang berafiliasi pada agama, khususnya sekolah-sekolah Katolik, cenderung menetapkan biaya sekolah yang rendah. Sebagian besar pendanaan sekolah-sekolah yang berafilisasi pada agama diberikan oleh pemerintah.

Korea Selatan

Pendidikan di Korea Selatan dilaksanakan dalam beberapa jenjang, yaitu jenjang pendidikan primer (primary education), pendidikan sekunder (secondary education), dan pendidikan tinggi (high education).

Secara umum sistem pendidikan di Korea Selatan terdiri dari empat jenjang yaitu : Sekolah dasar, Sekolah Menengah Tingkat Pertama, SLTA dan pendidikan tinggi. Keempat jenjang pendidikan ini sejalan dengan “grade” 1 – 6(SD), grade 7 – 9 (SLTP), 10 -12 (SLTA), dan grade 13 – 16 (pendidikan tinggi/program S1) serta program pasca sarjana (S2/S3).

Dalam manajemen atau pengelolaan pendidikan di Korea selatan, kekuasaan dan kewenangan dilimpahkan kepada menteri pendidikan. Di daerah terdapat dewan pendidikan (board of education).

 

 

pemikiran modern dalam islam

 

“Barang siapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupunperempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akanKami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnyaakan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebihbaik dari apa yang telah mereka kerjakan.”

(Al-Qur’an)[1]

 

A. Pendahuluan

Pada abad ke XVIII dunia islam jatuh kejurang keruntuhan, baik itu dari segi kenegaraan maupun dari segi moral ummat islam pada waktu itu. Apalagi agama islam. Perkembangan ilmu agama pun mengalami kebekuan. Ketauhidan yang dibawa oleh Muhammad saw. Telah diselubung kurafat-khurafat dan faham kesufian. Mereka kebanyakan telah meninggalkan mesjid-mesjid dan lebih memilih beribadah di kuburan-kuburan keramat dan mereka senang memakai azzimat guna memelindungi diri.

Mereka memuja para wali sebagai manusia suci dan sebagai perantara kepada Allah karena mereka sendiri menganggap Allah begitu jauh dari manusia yang awam.[2] Selain itu juga pada umumnya akhlak yang diajarkan Al-Qur’an tidak lagi di terapkan dalam kehidupan sehari-hari, kegiatan minum arak dan berjudi telah menjadi tradisi mereka, pelacuran merebak, akhlak merosot dan semua dilakukan dengan tanpa rasa takut atau rasa malu.

Peristiwa jatuhnya Andalusia ke tangan missionaris Kristen pada tahun 1492 keadaan Ummat Islam berambah merosot, baik dalam bidang teologi maupun dibidang kenegaraan. Terlebih lagi pada permulaan abad ke empat hijiriah ini, fuqaha Sunni menetapkan bahwa pintu ijtihad telah tertutup. Dengan adanya fatwa ditutupnya pintu ijtihad ini, maka berkembanglah bid’ah dan khurafat.[3]

 

1

 

Pemikiran yang dicetuskan Muhammad bin Abdul Wahab didasari hasrat untuk memperbaiki ummat Islam timbul, bukan karena reaksi dari suasana politik yang tengah terjadi tetapi sebagai reaksi terhadap faham tauhid yang terdapat dikalangan ummat islam yang telah rusak oleh ajaran-ajaran tarekat yang semenjak abad ketiga belas memang tersebar luas didunia islam.[4]  Sementara itu islam yang benar menurutnya adalah seperti yang dijalankan oleh generasi pertama, para pendahulu yang shaleh (al-salaf al-shalih), yang pada masa ini telah tercampur oleh kurafat-kurafat dan bid’ah. Dengan mengatas namakan mereka (salafus shalih), beliau menentang pembaharuan sesudah zaman mereka (salafus shalih), yang pada kenyataannya membawa tuhan-tuhan lain kedalam islam, menentang pemikiran mistik, organisasi tarekat sufi, dan ritual diluar Al-Qur’an.[5]

Adapun disetiap tempat yang ia kunjungi Abdul Wahhab melihat banyaknya kuburan-kuburan syeh tarekat ditiap kota bahkan ditiap kampung sekalipun. Dalam pada itu beliau melihat kenyataan yang sungguh ironi sekali. Betapa tidak, orang-orang islam berbondong-bondong pergi ke kuburan keramat itu dan mereka meminta pertolongan kepada yang ada di dalam kuburan itu untuk menyelesaikan problema kehidupan yang mereka alami seperti meminta jodoh, ingin punya keturunan, ingin sembuh dari penyakit dan ada juga yang ingin menjadi kaya.

            Apa yang menimpa oleh ummat islam membuat rasa prihatin yang mendalam bagi Muhammad bin Abdul Wahhab. Dari kenyataan yang ada, Muhammad bin Abdul Wahhab berasumsi hal ini terjadi karena pengaruh tarekat yang ada ditengah masyarakat. Karena pengaruh tarekat ini, permohonan dan doa tidak lagi langsung dipanjatkan keapada Allah akan tetapi melalui syafa’at para wali atau syekh tarikat, karena masyarakat berasumsi bahwa Allah tidak bisa didekati tanpa perantara. Menurut Abdul Wahhab hal ini jelas telah menyimpang dari ajaran Islam yang seharusnya. Oleh karenanya beliau bertekad membentuk sebuah gerakan pemurnian agama Islam supaya kembali kepada jalan yang semestinya. Gerakan ini tepatnya terbentuk pada tahun 1740 M.[6]

 

B. Riwayat Hidup Muhammad bin Abdul wahab

            Muhammad bin Abdul wahab lahir di Nejed arab Saudi tahun 1703 M[7] dan wafat pada tahun 1787 di Uyanah, daerah Nejd Saudi Arabia.[8] Beliau bernama lengkap Muhammad bin Abdul Wahab ibn Sulaiman ibn Ali bin Muhammad bin Rasyid ibn Rasyid ibn Bari ibn Musyarif ibn Umar ibn Muanad Rais ibn Zhahir ibn Ali Ulwi ibn Wahab.[9]

            Semenjak kecil Muhammad bin Abdul wahab sangat tertarik pada agama. Pada masa usianya baru mencapai 10 tahun, ia telah mampu menghafal Al-Qur’an dibawah asuhan ayahnya yang pada waktu itu adalah seorang Qadi di Uyanah, sebuah daerah di Nejd. Pada waktu itu dimasa pemeririntahan Muhammad bin Muammar dan ayahnya juga mengajar fiqih dan hadis dimasjid kota tersebut.[10] Adapun mazhab yang dianut oleh beliau adalah mazhab Imam Hambali Rahimahullah, tidak seperti yang dituduhkan kepada beliau oleh orang-orang yang memusuhi beliau, yang nengatakan bahwasannya ibn Abdul wahab membuat mazhab tersendiri dalam arti kata mazhab kelima[11] . Setelah merasa cukup menimba Ilmu kepada ayahnya, Setelah mencapai usia dewasa, Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab diajak oleh ayahnya untuk bersama-sama pergi ke tanah suci Mekah untuk menunaikan rukun Islam yang kelima – mengerjakan haji ke Baitullah. Ketika telah selesai menunaikan ibadah haji, ayahnya kembali ke Uyainah sementara Muhammad bin Abdul Wahhab tetap tinggal di Mekah, kemudian Muhammad bin Abdul wahab mengebara ke Madinah guna menambah khazanah keilmuannya.

 Di Madinah,[12] Muhammad bin Abdul wahab berguru kepada Sulaiman Al-Kurdi dan Muhammad Hayat Al-Sind[13], setelah itu terus ke Basrah. Di Basrah ia mulai menjalankan fahamnya yang keras dan menantang segala pendapat dan segala amal yang dianggap bertentangan dengan ajaran salaf setelah ia menjumpai penyimpangan-penyimpangan yang dianggapnya bertentangan dengan faham salaf yang diilhami dari buku-buku Ibnu Tamiyah. Muhammad bin Abdul Wahab sangat menghargai Syaikul Islam Ibnu Taimiyah sehingga ia hanya memakai karya-karya Ibnu taimiyah saja dan melecehkan karya-karya ulama terdahulu yang lain. Hal ini senada dengan apa yang dinyatakan oleh Sulayman, kakak kandungnya sendiri dalam risalahnya ia mengatakan bahwa ‘Abd al-Wahhab tidak mengarahkan dirinya untuk membaca  atau memahamikarya-karya para pendahulu dibidang yurisprudensi. Namun meski ‘Abd al-Wahab melecehkan banyak ahli hukum, ia memperlakukan ujaran sejumlah ulama, seperti ahli hukum bermazhab Hambali – Ibnu Taimyah, seolah-olah ujaran itu terwahyukan dari tuhan tidak boleh dipertanyakan atau didebat.[14]

 Hal ini sesuai pernyataan yang diterangkan oleh De Lacy O’leray sebagai berikut:

“Muhammad ibn Ab-dul-Wahab (died 1787) was a reformer inspired by the books of Ibnu Taymiyah and, like his master, attaced the popular worship of saints and exhorted his followers to destroy the shrines which provoked honours which were inconsistent with the honour due to god alone”.[15]

 

  Setelah dari Basrah ia melanjutkan pengembaraannya ke Ahissa’ dikawasan teluk Arab, dan Baghdad dilembah Mesopotamia (Irak), Damaskus di Syiria serta Isfahan dan Qum di Iran.[16]  Pada literatur lain disebutkan bahwa pada waktu dikota Baghdad, beliau memperoleh seorang isteri yang kaya raya. Ketika isterinya meninggal ia mendapatkan warisan sebanyak 2000 dinar.[17]

Selama dalam pengembaraannya Muhammad bin Abdul Wahab menjumpai pencemaran terhadap agama yang dilakukan oleh ummat muslim. Pencemaran-pencemaran terhadap ajaran islam murni bermula dimasa pemerintahan Islam Abbasiah di Baghdad. Kemajuan ilmu pengetahuan dizaman ini telah menyeret kaum muslimin untuk ikut pula memasyarakatkan ajaran filsafat Yunani dan Romawi. Selain itu pengaruh mistik dan dari budaya rusia ikut berpengaruh negative pada kebudayaan islam. Puncaknya adalah berbagai macam kebathilan dan takhayul yang dipraktikkan orang hindu mulai diikuti oleh ummat islam.

Aktivitas-aktivitas seperti mengunjungi para wali, mempersembahkan hadiah dan meyakini bahwa mereka mampu mendatangkan keuntungan atau kesusahan, mengunjungi kuburan mereka, dan mengusap-usap kuburan teresebut dan memohon keberkahan kepada kuburan tersebut.[18]

Seperti yang telah kita bahas diatas bahwasannya dari yang telah disaksikan oleh Muhammad bin Abdul Wahab selama perjalannanya dalam pengembaraan maka pada waktu beliau berada di Basrah, beliau berniat membentuk sebuah gerakan pemurnian Islam. Dari sinilah beliau memulai gerakannya yang disebut dengan gerakan  wahabi.[19]

Dalam menjalankan gerakannya, kaum wahabi dinilai sangat keras dan tanpa ampun. Gerakan ini dalam ajarannya terus menerus menekan bahwa tidak ada jalan tengah dalam menjadi seorang muslim. Hanya ada dua pilihan: menjadi muslim atau tidak. Selain itu jika seorang muslim secara eksplisit dan atau implisit melakukan suatu perbuatan ketidak murnian kiemannanya kepada tuhan menurut standar yang dimiliki oleh Muhammad bin Abdul Wahhab maka, kaum wahabi tidak segan segan menuding orang muslim tersebut telah kafir dan dengan tanpa rasa cemas sedikitpun kaum Wahabi akan membunuh orang muslim itu.[20]

Hal ini menyebabkan Muhammad bin Abdul Wahab dan pengikutnya mendapatkan tuduhan dari golongan musuhnya bahwa kaum Wahabi dinila sangat mudah mengkafirkan orang muslim yang tidak sepaham dengan mereka. Selain itu mereka dinilai kejam karena tidak segan-segan membunuh orang muslim yang tidak sepaham dengan mereka.

Menanggapi hal ini  Muhammad bin abdul Wahab memberikan sanggahan terhadap para musuh-musuhnya dengan menggunakan dalil Al-Qur’an dan dalil dari hadis Nabi yang ia yakini, guna membenarkan apa yang ia lakuakan. Sehubungan dengan ini,  Syaikh Abdurrahman bin Hammad Al-Umr memaparkan:

Orang-orang yang antipasti terhadap syaikh  Muhammad bin Abdul Wahhab menuduh bahwa ia suka menganggap kafir kaum muslimin. Menanggapi tuduhan tersebut, Syaikh mengatakan bahwa sebenarnya dia tidak pernah menggap kafir seorang muslim. Namun ia menganggap kafir orang yang ingkar kepada Allah Ta’ala. Dan ia memiliki dalil Al-Qur’an dan Hadis atas anggapannya tersebut berdasarkan kesepakatan para ulama dari seluruh mazhab Ahlissunah wal jama’ah. Sebagai mana yang banyak dijelaskan dalam kitab-kitab fiqh yang layak diperhitungkan. Dia menganggap orang murtad secara terang-terangan menentang islam atau orang melakukan salah satu perkara yang dapat membatalkan keislaman yang telah disepakati bersama. Namun ia tidak menganggap kafir orang yang melakukan hal itu karena memang tidak tahu atau karena lupa hingga diajak untuk bertaubat dan diberikan penjelasan serta hujjah. Jika setelah itu ia tetap tidak mau bertaubat, maka ia dikafirkan. Dia memberikan fatwa had “eksekusi” atas orang yang murtad, dan memeranginya jika pelakunya merupakan kelompok yang membangkang, seperti yang pernah dilakukan oleh Rasulullah Sallallahu alaihi wa sallam dan para Khulafa’urrasyidin terhadap orang-orang murtad.[21]

 

Namun, walaupun dari pihak Muhammad bin Abdul Wahab telah memberikan alasan dalam setiap perbuatannya, masih saja kebencian dari pihak yang antipasti terhadap kaum Wahabi tidak menghilang. Malahan apa yang dilakukan oleh Muhammad bin Abdul Wahab ini menuai kritik pedas dari kakaknya yaitu Sulayman dan kabarnya  juga dari ayah Abdul Wahab.[22]

Ajarannya yang dinilai keras dan kejam itu, maka dalam menjalankan niatnya ia dimusuhi, terus ditindas. Ketika dia merasa mendapat perlawanan yang semakin menguat  dan kentara, maka diapun  meninggalkan desanya – ‘Ainiyah – pergi ketempat kediaman Amir Saudi,di sebelah utara Riadh di desa ad-dariyah.[23]

Sesampainya ia didesa Ad-dariyah, Muhammad bin Abdul Wahab berhasil menanamkan faham yang dimilikinya kepada Amir Saudi yang mana ia merupakan kepala suku Saud yang sangat berpengaruh diwilayah Nejd.[24]

Disini ia mengikat janji setia dengan keluarga as- Saudi, bahwa dia akan tetap berada ditengah-tengah keluarga as- Saudi kemanapun mereka pergi. Sedang pihak Saudi berjanji akan membantunya dalam penyampaian da’wah dengan kekuasaan dan kekuatan.[25] Peristiwa sumpah setia ini bertepatan dengan tahun 1729[26]

Adanya ikatan antara penguasa Saudi dengan Muhammad bin Abdul Wahab dengan membawa ajaran-ajaranya tersebut menyebabkan adanya aspek politik dalam sejarah gerakan keagamaan.[27] Berkat ikatan ini pulalah membuat kekuasaan ibn Su’ud meluas dengan cepat menyebar keseluruh Jazirah Arab.[28] Gerakan ini merupakan hampir satu-satunya gerakan pembaharuan keagamaan yang paling sukses secara politik, yaitu setelah bergabung dengan kekuatan dinasti Saud, pembaharuan diJazirah ini juga sangat menarik karena ia dilancarkan tanpa sedikitpun ada persinggungan dengan kemodernan dari barat.[29]

Keadaan ini berlangsung dengan baik sampai Syekh Muhammad bin Abdul Wahab meninggal dunia pada tahun 1792.[30] Dan setelah meninggalnya Muhammad bin Abdul Wahhab, perjuangannya masih diteruskan oleh muridnya Mawlawi dan putranya.[31]

Sementara itu, gerakan ini juga telah sampai ke Indonesia, tepatnya di pulau sumatera[32] dibawa oleh orang Indonesia yang pada waktu itu pergi menunaikan ibadah haji ke Makkah. Tak hanya di Indonesia gerakan ini juga sampai di Libya dan Algeria yang dipelopori oleh Imam Sanusi dan gerakannya diberi nama Sanusiyah, walaupun gerakan ini tidak murni dari aliran Wahhabi tetapi lahirnya gerakan ini terinspirasi dari gerakan yang dilakukan oleh orang-orang Wahhabi.

Sesudah meninggalnya Syeih Muhammad bin Abdul Wahhab pada 29 syawal 1206 = 1792 M (dalam usia 95 Th) juga, gerakan Wahhabi semakin berkembang ditangan penguasa Saudi, Muhammad bin Saud. Setelah Muhammad bin Saud meninggal, perjuangannya dilanjutkan oleh putranya yaitu Abdul Aziz.

Ditahun 1802, mereka menyerang padang karbala. Karena kota ini terdapat kuburan Al-Husainyang merupakan kiblat bagi golongan syi’ah. Beberapa tahun kemudian mereka juga menyerang Madinah. Kubah yang ada diatas kuburan –kuburan mereka hancurkan. Hiasan-hiasan yang ada dikuburan Nabi pun mereka rusak. Dari Madinah meneruskan penyerangan ke Mekah, mereka merusak kiswah penutup ka’bah karena menurut mereka itu adalah bid’ah.[33] .

 

C. Gerakan Pemurnian: Pemurnian Tauhid

Pemikiran pemurnian Muhammad bin Abdul Wahhab dituangkan dalam sebuah kitab karangan beliau sendiri yaitu daiantaranya Kitab Tauhid dan Kitab Kasyfus Sybhat.

Menurut Muhammad bin Abdul Wahhab, tauhid adalah sesuatu yang sangat mendasar bagi ummat islam dan oleh karena penegakan tauhid itulah para rasul diutus. Hal ini telah diungkapkan oleh beliau sendiri sebagai berikut:

Ketahuilah wahai saudaraku seiman, -semoga Allah senantiasa memberi rahmat kepada anda-, bahwa sesungguhnya “TAUHID”  adalah meng esakan Allah dalam beribadah. Dan tauhid ini adalah agama para rasul, yang Allah utus untuk mereka untuk membawa agama itu kepada hamba-hambanya. [34]

 

yang dimaksud dengan tauhid adalah al-ibadah[35] atau pengabdian kepada Allah. Hal ini didasarkan kepada pendapat beliau bahwa setiap rasul yang diutus tidak lain hanya lah untuk menyeru agar ummat manusia menyembah kepada Allah dan bukan kepada selain_Nya. Beliau mendasari pendapatnya dengan firman Allah :

Dan sungguhnya kami Telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut[37] itu”, Maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang Telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).[38]

 

Ayat ini menurut Muhammad bin abdul Wahhab, bahwa Allah menciptakan makhluk_Nya karena mengandung hikmah yang besar yaitu agar makhluk teresebut melaksanakan segala yang diwajibkan Allah kepadanya dan meninggalkan ibadah kepada selainnya. Dari hal ini – katanya- kita bisa membentuk dan mendidik pribadi muslim atas dasar ibadah yang benar dan atas dasar akidah/ pedoman kepercayaan yang sehat dan selamat.[39]  

Adapun keistimewaan orang yang merealisir tauhid adalah masuk kedalam surga tanpa dihisab. Hal ini didasarkan pada hadis nabi saw. Dari Said bin Jubair yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas Yang  artinya:

Segolongan ummat Muhammad saw. yang mrealisir tauhid dengan benar, mereka ada 70000 semuanya masuk surga tanpa hisab dan tanpa siksa. Rasulullah ditanya tentang mereka itu maka beliau bersabda: mereka yang tidak minta dijampi dan tidak minta di “cos”(ditempel dengan besi yang dipanaskan) dan yang tidak menentukan nasib dengan burung dan mereka hanya bertawakal kepasda Allah[40]

Mereka orang-orang yang yang melakukan penentuan nasib lewat burung terbang, adalah merupakan bentuk ktidak percayaan kepada takdir yang telah ditentukan bagi mereka.

 

D.    Gerakan Pemurnian: kasus Wasilah

Abdul Wahhab berpendapat orang yang meminta pertolongan kepada Allah memakai perantara dalam berdo’a meminta syafaat serta bernazar kepada selain Allah dan tidak percaya kepada qada dan qadar adalah termasuk syirik. Berkenaan dengan hal ini beliau mengutip firman Allah swt:


  Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, Maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, Maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya. dia memberikan. kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.[41]

 

Ayat ini mejelaskan bahwa kebaikan atau pun keburukan semua itu berasal dari Allah swt. Siapapun tidak mendapat peran dalam menentukan baik danburuknya seseorang walaupun ia seorang wali sekalipun. Jadi beliau dengan gigih menumpas segala praktek wasilah karena pada hakikatnya segala sesuatu itu datangnya dari Allah swt.


 Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi apakah disamping Allah ada Tuhan (yang lain)? amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).[42]

 

Kata-kata doa  yang terdapat dalam ayat tersebut diartikan oleh beliau adalah doa yang semata-mata diarahkan kepada Allah, memurnikan ibadah kepadanya dan bukan meminta kepada selain_Nya.[43] baik kepada pohon, patung, gunung  dan sebagainya. Selain itu dalam berdoa harus disertai tawakkal dalam arti kata bahwa berserah diri kepada Allah setelah kita melakukan usaha secara maksimal.

 

E.     Gerakan Pemurnian: kasus Syafaat

 Syafa’at telah dijadikan dalil oleh kaum musyrikin dalam memohon kepada malaikat, nabi dan wali. Kata mereka,Kami tidak memohon kepada mereka kecuali untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memberikan syafa’at kepada kami di sisiNya.Maka diuraikan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab bahwa syafa’at yang mereka harapkan itu adalah percuma,bahkan syirik; dan syafa’at hanyalah hak Allah semata, tiada yang dapat memberi syafa’at kecuali dengan seidzinNya bagi siapa yang mendapat ridhaNya.[44]

 

Dan berilah peringatan dengan apa yang diwahyukan itu kepada orang-orang yang takut akan dihimpunkan kepada Tuhannya (pada hari kiamat), sedang bagi mereka tidak ada seorang pelindung dan pemberi syafa’atpun selain daripada Allah, agar mereka bertakwa.[45]

 


Katakanlah: “Hanya kepunyaan Allah syafaat itu semuanya. Kepunyaan-Nya kerajaan langit dan bumi. Kemudian kepada- Nyalah kamu dikembalikan”[46]

 

Abul ‘Abbas mengatakan,

Allah telah menyangkal segala hal yang menjadi tumpuan kaum musyrikin, selainDiri-Nya sendiri, dengan menyatakan bahwa tak seorang pun selain Allah mempunyai kekuasaan, atau sebagainya,atau pembantu Allah.[47]

Adapun tentang syafa’at, maka telah ditegaskan Allah bahwa syafa’at ini tidak berguna kecuali bagiorang yang telah diizinkan Allah untuk memperolehnya, sebagaima firmanNya,


 Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tiada memberi syafaat[48] melainkan kepada orang yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati Karena takut kepada-Nya.

 

Syafa’at yang ditetapkan ini adalah syafa’at untuk Ahlul Ikhlas wat-Tauhid dengan seizin Allah bukan untuk mereka yang berbuat syirik kepadaNya. Dan pada hakekatnya, bahwa Allah-lah yang melimpahkan karuniaNya kepada Ahlul Ikhlashwat-Tauhid dengan memberikan maghfirah kepada mereka melalui doa orang yang diizinkan Allah untuk memperoleh syafa’at, untuk memuliakan orangitu dan menerimakan kepadanya Al-Maqam Al-Mahmud (kedudukan terpuji). Jadi syafa’at yang dinyatakan tidak ada oleh Al-Qur’an, adalah apabila adasesuatu syirik di dalamnya. Untuk itu Al-Qur’an telah menetapkan dalambeberapa ayat bahwa syafa’at adalah dengan izin dari Allah; dan Nabi sudah menjelaskan bahwa syafa’at hanyalah untuk Ahlut-Tauhid wal-Ikhlash.[49]

Beliau juga mengatakan bahwa Nabi tidak berhak memberi Syafaat kecuali dengan kehendak Allah. Hal ini didasarkan pada firman Allah swt:


Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.[50]

Berkenaan dengan hal ini tatkala Abu Thalib akan meninggal, Rasulullah mengajak Abu Thalib untuk memeluk islam, tetapi Abu Talib tetap bersikeras terhadap agama nenek moyang nya, sehingga Abu Talib tetap dalam keadaan kafir. Kemudian rasulullah saw. Memintakan ampun untuknya, tetapi Allah melarangnya.[51]

Ayat-Ayat diatas menunjukkan bahwa syafa’at seluruhnya adalah hak khusus bagi Allah, menunjukkan bahwa syafa’at tidak diberikan kepada seseorang tanpa izin dari Allah.selain itu juga menerangkan bahwa syafa’at diberikan oleh orang yang diridhai Allah dengan izin dariNya. Dengan demikian syafa’at adalah hak mutlak Allah, tidak dapat diminta kecuali dariNya; dan menunjukkan pula kebatilan syirik yang dilakukan oleh kaum musyrikin dengan mendekatkan diri kepada malaikat, atau nabi dan orang-orang yang shalih, untuk meminta syafa’at mereka. Bersamaan dengan itu juga bahwasannya keterangan Al-Qur’an mengandung bantahan terhadap kaum musyrikin yang mereka itu menyeru selain Allah, seperti malaikat dan makhluk-makhluk lainnya, karena menganggap bahwa makhluk-makhluk itu mendatangkan manfaat atau menolak mudharat;[52] dan menunjukkanbahwa syafa’at tidak berguna bagi mereka, karena syirik yang mereka lakukan, tetapi hanyaberguna bagi orang yang mengamalkan tauhid dan itu pun dengan seizin Allah.

 

F.     Kesimpulan

Gerakan Wahabiyah yang dibangun oleh Muhammad bin Abdul Wahhab timbul karena didorong oleh hasrat untuk memperbaiki keadaan ummat islam melalui upaya memperbaiki ajaran islam yang dianut oleh masyarakat islam, khususnya melalui pemurnian tauhid dari unsur bid’ah, khurafat, dan takhayul. Hasrat dan cita-cita teresbut semuanya tercermin dalam ajaran-ajaran yang dianutnya secara keseluruhan bertemakan tauhid.

Namun demikian ajaran atau pemikiran yang dibawa oleh gerakan tersebut mempunyai pengaruhterhadap pembaharuan pemikiran islam diabad kesembilan belas yaitu pemikiran yang menyatakan hanya Al-Qur’an dan hadislah yang merupakan sumber asli dari ajaran islam tidak membenarkan sikap taklid dan sealain itu pintu ijtihad masih senantiasa terbuka.

Gerakan Muhammad bin Abdul Wahhab lebih kepada pemurnian ajaran islam namun berpengaruh terhadap timbulnya pembaharuan pemikiran islam abad selanjutnnya. Geraka tersebut karena menempuh cara-cara yang kaku, keras dan tak kenal kompromi dalam memasyarakatkannya, maka sering diwarnai oleh suasana konflik dan pertikaian dengan golongan lain yang tak sepaham.[53] Selain itu juga sering dimanfaatkan oleh kekuatan luar tujuan-tujuan yang bersifat politis. Oleh karenanya gerakan wahabiyah sering dituduh sebagai kelompok pembangakang oleh golongan lain.

Namun tidaklah demikian, karena gerakan ini menimbulkan keberanian moral dikalangan ummat islam untuk mengatasi keterbelakangannya melalui pembaharuan pemikiran dalam islam.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

1.      Abdul Wahhab Muhammad bin Kitab Tauhid (terj), (Surabaya: Bina Ilmu, 1982)

  1. Abdul Wahhab Muhammad bin, Kasyfusy Syubhat (ter), (Islamic Propagation in Rabwah, tt)
  2. Ahmad, Zainal,Abidin, Ilmu politik V Sejarah Islam dan UmmatnyaSampai sekarang,()
  3. Al-Bahy, Muhammad, Alam Perkembangan Islam dan Perkembangannya(Jakarta: Bulan Bintang, 1987)
  4. Horani, Albert, Pemikiran Liberal Dunia Arab, (Bandung: Mizan, 2004)
  5. Amin, Husyain Ahmad, Seratus Tokoh Dalam Sejarah Islam.(Bandung: Rosda Karya,2000)
  6. Anshari Syaifuddin, Endang, Wawasan Islam, (Jakarta: Rajawali Perss, 1986)
  7. Asmuni Yusran, Pengantar Studi Pemikiran dan Gerakan Pembaharuan Dalam Dunia Islam,(Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1998)
  8. bin Hammad Al-Umr Syaikh Abdurrahman, Hakikat Dakwah  Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab,(Jakarta: PT. Darul Falah, 2006)
  9. El Fadl Abou Khaled, Selamatkan Islam dari muslim Puritan, (Jakarta: Serambi Ilmu Semesta, 2006
  10. Fakri, Majid, Sejarah Filsafat Islam,(Jakarta: Pustaka Jaya)
  11. Gazalba, Sidi, Asas Kebudayaan Islam, (Jakarta, Bulan Bintang)
  12. Hitti, Philip, History Of The Arabs, (Bandung: Serambi, 2002)
  13. Madjid Nurkholis, Khazanah Intelktual Islam(Jakarta: Bulan Bintang, 1984)
  14. Mohammad, Hery dkk., Tokoh-Tokoh Islam Yang Berpengaruh Abad 20, (Jakarta: Gema Insani, 2006)
  15. Mufrodi Ali, Islam dikawasan Kebudayaan Arab, (Ciputat: Logos Wacana Ilmu, 1997)
  16. Nasution, Harun, Pembaharuan Dalam Islam Sejarah Pemikiran dan Gerakan, (Jakarta: Bulan Bintang, 1975)
  17. Rahiem Husni, Perkembangan Ilmu Fiqh di Dunia Islam, (Jakarta: Departemen Agama RI, 1986)
  18. Stoddard Lothrop, Dunia Baru Islam, Jakarta, 1966

 

 

 

 

 

 

 

 

 


[1] Lihat Q.S An-Nahl: 97

[2] Lothrop Stoddard, Dunia Baru Islam, (Jakarta, 1966), hal. 29

[3] Drs. Husni Rahiem, Perkembangan Ilmu Fiqh di Dunia Islam, (Jakarta: Departemen Agama RI, 1986), hal. 15

[4]Harun Nasution, Pembaharuan Dalam Islam Sejarah Pemikiran dan Gerakan, (Jakarta: Bulan Bintang, 1975), hal. 23

[5] Albert Horani, Pemikiran Liberal Didunia Islam, (Bandung: Mizan, 2004), hal. 63

[6] M Yusran Asmuni, Pengantar Studi Pemikiran dan Gerakan Pembaharuan Dalam Dunia Islam, (Jakarta: Raja Grafindo Husada, 1995), hal. 62

[7] Pada tahun ini lahir dua pembaharu besar yaitu Muhammad bin Abdul Wahab di Uyainah (Arabia) dan Syah Waliyullah di Delhi (India). Endang Syaifuddin Anshari, Wawasan Islam, (Jakarta: Rajawali Pers, 1986), hal. 395

[8] M Yusran Asmuni, Pengantar Studi Pemikiran dan Gerakan Pembaharuan Dalam Dunia Islam(Jakarta: Raja Grafindo Persada),hal. 58

[9] H.M Yusran Asmuni, Pengantar Studi Pemikiran dan Gerakan Pembaharuan Dalam Dunia Islam, hal. 58

[10] Ali Mufrodi, Islam dikawasan Kebudayaan Arab, (Ciputat: Logos Wacana Ilmu, 1997), hal. 152

[11] Syaikh Abdurrahman bin Hammad Al-Umr, Hakikat Dakwah  Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab, (Jakarta: PT. Darul Falah, 2006), hal. 31 

[12] Dimadinah beliau  memiliki teman yang sama-sama belajar dengannya yaitu: Ali Afandi bin Shadiq bin Ibrahim Al –Daghistany. Lihat  Azumardy Azra, Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara, (Bandung: Mizan, 1995), hal. 135

[13] H.M Yusran Asmuni, Pengantar Studi Pemikiran dan Gerakan Pembaharuan Dalam Dunia Islam, hal. 59

[14] Khaled Abou El Fadl, Selamatkan Islam dari muslim Puritan, (Jakarta: Serambi Ilmu Semesta, 2006)hal. 73

[15] Artinya:

“Muhammad bin Abdul Wahab yang meninggal pada 1787adalah seorang pembaharu yang diilhami oleh buku-buku karangan Ibnu Taimiyah . sebagai hal gurunya itu, dia menghantam segala ibadat yang diajarkan oleh ulama-ulama, dan mengerahkan segala pengikutnya untuk melawan segala tempat keramat yang dipuja-puja dan dihormati yang bertentangan dengan penyembahan yang harus dilakukan hanya kepada tuhan saja”. Zainal Abidin Ahmad, Ilmu Politik V sejarah   islam dan Ummatnya Sampai Sekarang, (), hal. 269-270

[16] Muhammad Al-Bahiy, Alam Fikian Islam dan Perkembangannya, (Jakarta: Bulan Bintang, tt.), hal. 72

[17] H.M Yusran Asmuni, Pengantar Studi Pemikiran dan Gerakan Pembaharuan Dalam Dunia Islam, hal. 59

[18] Hery Mohammad dkk., Tokoh-Tokoh Islam Yang Berpengaruh Abad 20, (Jakarta: Gema Insani, 2006), hal. 244

[19] Sebutan Wahabi adalah nama yang berikian oleh lawan lawan kaum wahabi kepada kaum yang mengikuti Muhammad bin Abdul Wahab. Lihat, Ali Mufrodi, Islam dikawasan Kebudayaan Arab, (Ciputat: Logos Wacana Ilmu, 1997), hal. 151

[20] Khaled Abou El Fadl, Selamatkan Islam dari muslim Puritan, (Jakarta: Serambi Ilmu Semesta,  2006), hal. 65

[21] Syaikh Abdurrahman bin Hammad Al-Umr, Hakikat Dakwah  Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab, hal. 86-87

 

[22] Khaled Abou El Fadl, Selamatkan Islam dari muslim Puritan, hal. 73

[23] Muhammad Al-Bahiy, Alam Fikian Islam dan Perkembangannya, hal. 73

[24] Lothrop Stoddard, Dunia Baru Islam, hal. 31

[25] Al-Bahy, Alam Fikian Islam dan Perkembangannya, hal. 73

[26] Endang Syaifuddin Anshari, Wawasan Islam, (Jakarta: Rajawali Perss, 1986)hal. 395

[27] Muhammad Al-Bahiy, Alam Fikian Islam dan Perkembangannya, hal. 73

[28] Phillip K. Hitti, History Of The Arab’s, (Bandung: Serambi, 2002), hal.948

[29] Nurkholis Madjid, Khazanah Intelktual Islam, (Jakarta: Bulan Bintang, 1984), hal. 61

[30] Muhammad Al-Bahiy, Alam Fikian Islam dan Perkembangannya, hal. 73

[31] Zainal Abidin Ahmad, Ilmu Politik V sejarah   islam dan Ummatnya Sampai Sekarang,hal.272

[32] Gerakan Wahhabi di pulau Sumatera tepatnya didaerah Sumatera Barat dengan nama kaum paderi atau juga disebut dengan kaum muda. Seperti di dunia  Arab, di Indonesia gerakan ini juga mengalami konflik dengan penduduk islam setempat yang berbeda faham dan konflik yang terjadi ini lebih dikenal dengan perang paderi. Faham ini dibawa oleh: H.Miskin, H. Piabang, dan Haji Sumanik.

[33] Harun Nasution,  Pembaharuan Dalam Islam Sejarah Pemikiran dan Gerakan, hal. 26

[34] Muhammad bin Abdul Wahhab, Kasyfusy Syubhat (ter), (Islamic Propagation in Rabwah, tt), hal.3

[35] ialah penghambaan diri kepada Allah dengan mentaati segala perintah-Nya danmenjauhi segalalarangan-Nya, sebagaimana yang telah disampaikan oleh Rasulullah.Dan inilah hakikat agama Islam, karena Islam maknanya ialah menyerahkan diri kepadaAllah semata-mata yang disertai dengan kepatuhan mutlak kepada-Nya dengan penuh rasarendah diri dan cinta.Ibadah berarti juga segalaperkataan dan perbuatan, baik lahir maupun batin, yangdicintai dan diridhai Allah. Dan suatu amal diterima oleh Allah sebagai suatu ibadahapabila diniati ikhlash, semata-mata karena Allah; dan mengikuti tuntunan Rasulullah.

[36] Lihat Q.S Adz-Dzari’at : 56

[37] Thaghut ialah setiap yang digunakan -selain Allah- dengan disembah, ditaati, atau dipatuhi;baik yang digunakan itu berupa batu, manusia, ataupun setan.Menjauhi thaghut: mengingkarinya;membencinya; tidak mau menyembah dan memujanyabaik dalam bentuk dan dengan cara apapun.

[38] Lihat Q.S An-Nahl: 36

[39] Muhammad bin Abdul Wahhab Kitab Tauhid (terj), (Surabaya: Bina Ilmu, 1982), hal. 18

[40] Muhammad bin Abdul Wahhab Kitab Tauhid (terj), hal. 29

[41] Lihat Q.S. Yunus : 107

[42] Lihat Q.S. An-Naml:62

[43] Jurnal Usuluddin, (Pekanbaru, Suska press, 2002), hal.75

[44] Sedikitnya ada dua syarat yang harus ada pada syafa’at: a). keridlaan Allah terhadap orang yang akan menerima syafa’at; b). idzin Allah terhadap orang yang diberi wewenang untuk memberikan syafa’at itu. Lihat Kitabut Tauhid (terj) Karangan Muhammad bin Abdul Wahhab , (Surabaya: Bina Ilmu, 1982), hal. 63

[45] Lihat Q.S. Al-An’am: 51

[46] Lihat Q.S. Az-Zumar:44

[47] Lihat kitab Tauhid oleh Syaikh Muhammad At-Tamimi http://forsitek.brawijaya.ac.id/Syaikh Muhammad At-Tamimi

[48] Syafa’at: usaha perantaraan dalam memberikan sesuatu manfaat bagi orang lain atau mengelakkan sesuatu mudharat bagi orang lain. syafa’at yang tidak diterima di sisi Allah adalah syafa’at bagi orang-orang kafir., syafa’at yang baik ialah: setiap sya’faat yang ditujukan untuk melindungi hak seorang muslim atau menghindarkannya dari sesuatu kemudharatan. syafa’at yang buruk ialah kebalikan syafa’at yang baik.

 

[49] Abu Hurairah telah bertanya kepada beliau, “Siapakah oreng paling beruntung

dengan syafa’at engkau?” beliau menjawab, “Ialah orang yang mengucapkan ‘La

Ilaha Illallah’ dengan ikhlas dari dalam hatinya.” (Hadits riwayat Imam Ahmad dan Al-Bukhari)

[50] Lihat Q.S Al-Qashshash: 56

[51] Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari, dari Ibn Al-Musayyab, bahwa

bapaknya berkata,

Tatkala Abu Thalib akan meninggal, datanglah Rasulullah kepadanyadan saat itu ‘Abdullah bin AbuUmayyah serta Abu Jahl berada disisinya, maka beliau bersabda kepadanya,Wahai pamanku! Ucapkanlah “La Ilaha Illallah” suatu kalimat yang dapat aku jadikan bukti untukmu di hadapan Allah.Tetapi disambut oleh ‘Abdullah bin Abu Umayyah dan Abu Jahl,”Apakah kamu membenci agama Abdul Muththalib?” Lalu Nabimengulangi sabdanya lagi, akan tetapi mereka pun mengulang-ulangi kata-katanya itu pula. Maka akhir kata yang diucapkannya, bahwa dia masih tetappada agama Abdul Muththalib dan enggan mengucapkan “LaIlaha Illallah”. Kemudian Nabi bersabda, “Sungguh, akan akumintakan ampunan untukmu, selama aku tidak dilarang.” Lalu Allah Menurunkan firmanNya,


 

Tidak sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orangmusyrik. (At-Taubah: 113). Dan mengenai Abu Thalib, Allah menurunkan firrman-Nya,Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjukkepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberipetunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya.


26.  Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafaat mereka sedikitpun tidak berguna, kecuali sesudah Allah mengijinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhai (Nya).

 

 

[53] Para pengikut Syekh Wahhab pernah mengancam akan menghancurkan segenap tempat suci dalam kota Madinah, karena mereka menganggap tempat itu dapat menyebabkan orang tidak lagi percaya akan ke-esaan tuhan (syirik). Mereka memberi perhatian khusus terhadap pengahncuran makam Rasulullah yang dianggap oleh peziarah picik sebagai makam yang memilki kualitas magis dan mitos.

perbandingan pendidikan

 

 

PENDAHULUAN

       Menurut pengertian dasarnya studi perbandingan pendidikan mempunyai arti menganalisa dua hal atau lebih untuk mencari kesamaan–kesamaan dan perbedaan–perbedaannya. Sehingga dengan demikian akan dapat memberikan pengertian dan pemahaman terhadap berbagai macam system pendidikan yang ada di berbagai negara dan kawasan dunia.

      Selain dari beberapa hal tersebut dengan studi perbandingan pendidikan yang ada akan mengakibatkan tumbuh dan berkembangnya kemampuan untuk membandingkan berbagai pendidikan dari berbagai negara dan kawasan dunia tersebut. kemudian selain yang tersebut dengan studi perbandingan ini pula, seseorang akan lebih mudah untuk menganalisa dan menyimpulkan sumber – sumber kekuatan dan kelemahan dari system pendidikan yang berorientasi pada tujuan – tujuan pendidikan internasional dan universal.

      Dalam memajukan pendidikan, suatu negara perlu membandingkannya dengan pendidikan di negara lain, dengan tujuan untuk mengetahui persamaan dan perbedaannya, kelebihan dan kekurangannya, lalu mengambil unsur positifnya sekaligus menyesuaikan dengan kondisi lokal.

Dorongan rasa ingin tahu manusia yang kuat, telah mendorong seseorang untuk mengetahui dan mempelajari lebih jauh tentang keadaan kehidupan yang berlaku di luar lingkungan masyarakatnya atau negaranya sendiri. Dan dengan mengetahui keadaan kehidupan yang berlaku di luar lingkungan masyarakatnya sendiri dan dapat mengetahui kehidupan masyarakat lainnya itu akan mengakibatkan terjadinya saling pengertian dan terjadinya kerja sama dan saling tolong menolong untuk mencapai tujuan dan kemajuan bersama. Untuk mengetahui keberadaan di luar masyarakatnya atau bangsa lainnya diperlukan apa yang sekarang dikenal dengan istilah studi komparative atau studi perbandingan.

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.    Jenis-jenis Metodologi Perbandingan Pendidikan

 

Dalam struktur susunan ilmu, pendidikan termasuk kedalam lingkungan ilmu pendidikan. Maka telah sewajarnyalah bila difikirkan seberapa jauh metodologi-metodologi yang telah lazim diterapkan dalam bidang ilmu pendidikan itu dapat diterapkan dalam pendidikan perbandingan.

Berdasarkan pendapat dari beberapa ahli, dalam bidang metodologi penelitian, jenis-jenis metode yang sering digunakan dalam bidang pendidikan ada bermacam-macam. Diantaranya, metodologi-metodologi tersebut ada empat jenis, yaitu:

1.      Eksperimental

2.      Ex post facto

3.      Deskriptif dan

4.      Historis

 

Ciri-ciri singkat dari masing-masing jenis itu sebagai berrikut:

No

jenis

Ciri-ciri

1

Eksperimental

Suatu penyelidikan dimana peneliti dapat memanipulasi dann mengontrol satu atau lebih variabel bebas, dan mengamati variabel tergantung atau variabel yang menyertai manipulasi variabel-variabel bebas.

Tujuan utama metodologi eksperimental untuk menentukan apa yang dapat terjadi

2

Ex post facto

Hampir sama dengan metodologi eksperimental kecuali peneliti tidak dapat langsung memanipulasi variabel-variabel yang bebas.

3

deskriptif

Mendeskripsikan dan menafsirkan apa yang ada. Mempelajari tentang kondisi-kondisi atau hubungan yang ada; praktek-praktek yang berlaku, kepercayaan, pandangan-pandangan, atau sikap dan tingkah laku kependidikan tertentu; proses-proses pendidikan yang berlangsung, atau aliran-aliran pendidikan, dan lain sebagainya.

Tujuan utama metodologi deskriptif adalah menerangkan apa adanya.

4

historis

Penelitian tentang peristiwa-perristiwa pendidikan yang telah lampau. Ruang lingkup yang dapat dipelajari dengan metodologi ini cukup bervariasi.

 

Ada beberapa jenis metodologi deskriptif, yaitu: a) studi kassus, b) survei, c) studi perkembangan, d) studi tindak lanjut, e) analisa dokumen, f) studi tentang aliran, g) studi korelasi.

Selain metodologi-metodologi tersebut, dapat ditambahkan juga metodologi filosofis. Metodologi ini digunakan untuk mengungkapkan konsep-konsep dalam pendidikan.

Dalam pendidikan cukup banyak istilah yang digunakan yang berwujud sebagai konsep. Misalnya istilah-istilah anak, orang tua, dewasa, dan lain sebagainya. Oleh karena dalam bidang pendidikan selalu dikenal dengan adanya teori, dan ini mempunyai peranan sebagai landasan konseptual dalam pendidikan.

Pendidikan perbandingan mengenal studi dengan pendekatan waktu dan ruang. Bila waktu yang dimaksud adalah meliputi masa sekarang, metodologi yang digunakan dapat dipilih dari beberapa kemungkinan. Terutama ialah deskriptif atau eksperimental.

Bila waktu yang dimaksud adalah masa lampau, maka metodologi yang dapat dipakai adalah historis. Berarti dapat dikembangkan studi dengan meengadakan perbandingan tentang peristiwa-peristiwa yang telah lampau.Pendekatan ruang terutama sekali memperlihatkan pendidikan dewasa ini atau dapat juga sekarang. Bila yang diteliti menggunakan pendekatan ini, maka metodologi-metodologi yang digunakan adalah selain historis dan filosofis.

Sebagaimana telah disinggung sebelumnya, bila ada upaya untuk memperbandingkan peristiwa-peristiwa pendidikan yang telah lampau, metodologi yang digunakan adalah historis. Berikut ini adalah deskripsi singkat tentang metodologi tersebut beserta sedikit contoh sebagai penjelasan.

Metodologi historis dalam pendidikan, adalah suatu wahana sistematis serta objektif, menilai, dan menasirkan bukti-bukti tentang kejadian-kejadian pendidikan masa lampau. Berdasarkan bukti-bukti itu, peneliti berusaha menampilkan peristiwa-peristiwa pendidikan yang sudah lampau hinggga dapat dimengerti pada masa sekarang. Dengan demikian peneliti berusaha untuk menampilkan tipe ideal pendidikan pada masa silam agar dibaca pada masa sekarang.

 

B.     Jenis-jenis dan Kualitas Sumber Dalam Penelitian

 

Peneliti menggunakan sumber-sumber tertulis atau benda-benda peninggalan sejarah sebagai dasar untuk menentukan dan mengambil data. Untuk itu diperlukan kecakapan yang baik.

Metodologi historis memiliki hubungan erat dengan metode analisa dokumen, suatu jenis dari metodologi deskriptif. Hubungan ini tampak dari; keduanya menggunakan sumber-sumber tertulis sebagai dasar pengambilan fakta, yang kadang-kadang memang berwujud dokumen. Misalnya, naskah yang disebut sebagai Deklarasi Bangkok,  adalah dokumen dalam arti sesungguhnya tentang persetujuan bersama negara-negara Asia tenggara.

Teknik-teknik tertentu perlu diterapkan agar dapat diketahui bisa dan tidaknya suatu suumber itu mempunyai kelayakan untuk digunakan dalam penelitian. Pertama-tama, adalah untuk menentukan jenis sumber, dan kedua kualitas sumber. Jenis sumber biasanya ditentukan dengan sumber langsung dan tidak langsung. Sumber-sumber langsung biasa disebut dengan sumber pertama, dan sumber tidak langsung biasa disebut dengan sumber kedua, ketiga dan seterusnya.

Disebut sebagai sumber pertama atau langsung, karena isi bahan-bahan sama dengan peristiwa yang seungguhnya terjadi. Yang memenuhi keriteria ini, misalnya tentang deklarasi bangkok (8 Agustus 1967). Contoh yang lain, ialah teks asli mengenai pidato kenegaraan RI dimuka DPR menjelang HUT RI yang berlangsung pada setiap tahun.

Jenis lain yaitu sumber kedua, adalah sumber yang materinya menggunakan sumber pertama. Bila deklarasi Bangkok atau pidato presiden itu dijadikan berita dimedia massa, dan wartawan penyusunya hanya mengutip bagian-bagian yang penting saja disebut sumber kedua, dan hal ini seperti apada sumber ketiga dan seterusnya.

Dalam penelitian historis, seyogyanya lebih banyak digunakan sumber pertama atau kedua dibandingkan menggunakan sumber yang lain. Dasar pertimbangannya adalah sumber pertama masih dalam bentuknya yang asli, sedangkan perubahan dari aslinya itu untuk sumber kedua belum begitu jauh.

Selain penentuan jeis sumber, metodologi hisstoris juga berusaha untuk menentukan kualitas sumber dengan menerapkan dua macam teknin peninjauan yang disebut kritik ekstern dan kritik intern. Kritik ekstern merupakan upaya untuk menentukan kelayakan sumber dengan memperhatikan ada tidaknya penulis, pengarang, penerbit, dan lain-lain yang sejenisnya. Misalnya, bila deklarasi bangkok yang telah disebut diatas tertera sebagai terbitan dari sekretariat ASEAN di Jakarta, akan dipandang cukup layak, bila dibandingkan dengan deklarasi yang sama namun sebagian opini sebuah surat kabar.

Kritik intern melihat siapa penulisnya atau pengarangya dari suatu sumber tertulis. Kalau wartawan yang mengulas tentang deklarasi bangkok adalah wartawan yang berada dibidang wawasan dan kerja sama internasional, dan meliputi anggota-anggota negara ASEAN, kualitas ulasan itu dapat dpandang lebih tinggi dibandingkan dengan yang disiapkan oleh wartawan yang bidangnya berbeda.    

Secara singkat, dapat dikatakan bila sumber itu langsuung atau pertama dan dikeluarkan atau terbit dengan tahun yang jelas, serta penulis atau penyusunya memang kompeten dalam bidangnya, sumber itu memadai untuk dijadikan landasan penelitian.inilah yang menyebabkan metodologi historis itu sangat berhubungan dengan metodologi analisa dokumentasi.

C.     Penerapan dalam Pendidikan Perbandingan: Metode Historis

 

Pendidikan perbandingan berkepentinagn terhadap metode historis. Sebagaimana tersirat dalam sebuah definisi pendidikan perbandingan menurut I.L Kandel, suatu komparasi tentang pendidikan yang telah lampau- berarti sejarah pendidikan akan menjadi komparasi dari latar belakang pendidikan sekarang.

Perbandingan perkembangan jenis-jenis pendidikan beberapa negara anggota ASEAN pada zaman kolonial selain mempunyai kesamaan-kesamaan, juga menunjukan kedudukanya sebagailatar belakang pendidikan sekarang. Secara singkat hal ini digambarkan sebagai berikut:

Malaysia, yang pada zaman itu disebut Starits Settlement atau Tanah Melayu:

 

Tentang sekolah dasar

 

Menjelang perang Dunia II pemerintah Inggris menetapkan kebijaksanaan tentang bebas (tanpa dipungut bayaran) untuk bangsa Melayu, kusus bagi sekolah dasar. Pada umumnya bangsa melayu yang berada di pedesaan hanya berpendidikan sekolah dasar ini.

Pada waktu itu ada juuga sekolah dassar yang berbahasa Inggris. Sekolah jenis ini, menerima siswa dari seluruh jenis suku bangsa. Selain sekolah dasar yang berbahsa Melayu, Inggris, ada pula sekolah-sekolah dasar yang berbahasa cina, berbahasa tamil, bagi siswa-siswa keturunan cina, dan jeis terakhir adalah jenis sekolah untuk keturunan India. Sekolah-sekolah jenis terakhir ini diselenggarakan oleh organisasi swasta.

 

Singapura,

 

Tentang adanya sekolah dasar di Singapura initelah menjadi progrm yang telah dikembangkan oleh pemerintah Inggris. Sampai dengan akhir abad XIX sekolah dasar juga menjadi wahana pemisahan penduduk dengan sukunya yang berbeda-beda. Jadi, ada sekolah dasar khusus Melayu, Tamil, Cina dan Inggris. Dengan melewati pendidikan ini, tiap suku/bangsa menjadi terisolasikan menurut kelompok sukunya masing-masing. Pendidikan dasar dinikmati oleh semuanya.

Di Indonesia, pada zaman penjajahan, selain pendidikan itu berlangsung melewati jalur informasi sepert dalam keluarga, juga terdapat dua jalur yang lain. Pertama pendidikan Islam, yang berlangsung dalam lembaga-lembaga yang berbentuk langgar dan pesantren. Kedua, yang lembaganya dikenal sebagai sekolah, yang dibawa oleh bansa Belanda.

Kalau pada pendidikan Islam itu, kelas-kelas (grades) bukan merupakan struktur utama, pada sistem yang diintroduksikan oleh bangsa Barat ini, merupakan komponen utama dalam struktur maupun pendidikan. Dengan demikian pendidikan dengan jalur langgar, serta pesan tren dan jalur persekoahan merupakan jalur-jalur utama yang berbeda satu sama lain yang terdapat pada zaman penjajahan itu.

Sekolah-sekolah yang bercorak agama Kristen dan Katolik mulai ada sejak kedatangan bangsa Belanda. Berarti struktur yang dimiliki sekolah-sekolah ini mirip dengan yang diintroduksikan oleh pemerintah Belanda.

Kalau di Malaysia dan Singapura, sekolah dasar digunakan oleh pemerintah Inggris sebagai lembaga pendidikan yang mengisolasikan suku-suku yang ada disana, di Indonesia ada juga kemiripannya. Pengisolasian itu terutama mengenai pemisahan status sosial ekonomi para siswa dan orangtuanya.

Pada zaman penjajahan itu, di Indonesia ada sekolah kelas satu, yang kemudian menjadi HIS (Hollandsch Iandische School). Sekoalh ini khusus diperuntukan anak-anak yang berasal dari keluarga yang berkedudukan tinggi dimasyarakat, dapat dikarenakan oleh jabatan atau keturunan. Untuk anak-anak yang berasaa dari lingkungan kebanyakan, terutama yang tinggal dari daerah pedesaan, ada sekolah desa (Volkschool), dan dilanjutkan dengan sekolah sambungan (Vervolgschool). Sekolah sambungan ini biasa disebut dengan sekolah kelas dua.

Sekoalh kelas satu dan HIS menggunakan bahasa Belanda, sedangkan sekolah desa dan sekolah sambungan, menggunakan bahasa daerah dan bahasa Melayu. Disamping sekolah-sekolah teresebut, ada sekolah-sekolah lain seperti sekolah Schakel school, yang seolah-olah merupakan jembatan antara sekoalah kelas dua dan kelas satu, dan HCS (Hollandsch Chinese School), serta ELS (Europeesch Lagere School). Sekolah-sekolah ini bercorak Belanda, yang pertama lebih dikhususkan untuk keturunan China, dan yang kedua untuk anak-anak dari keluarga Belanda.

Sejarah tentang sekolah dasar yang cukup mengesankan juga dimiliki oleh Filipina. Sekolah dasar melembaga semenjak berkauasanya Seapanyaol di Filipina. Malahan sejak tahun 1963 teelah ada kewajiban untukk menempuh pendidikan dasar bagi setiap anak. Selain sekolah-sekolah dasar itu dikelola oleh pemerinttah, banyak pual yang dikeola oleh gereja Katolik.

Undang-undang tentang wajib belajar yng dikeluarkan tahun 1963 ini menetapkan adanya dua sekolah, yaitu satu untuk anak laki-laki dan satu untuk anak perempuan secara minimal, bagi setiap 5000 orang penduduk. Tidak ada pembedaan sekolah dan sistem pendidikannya dengan alasan latarr belakang sosial eekonomi.

Bahasa pengantar di sekolah-sekolah dasar adalah bahasa Sepanyol. Bahasa ini dikuasai olehguru-guru, baik yang berasal dari kalangan agama maupun guru-guruu biasa.

Sistem persekolahan ini menglami berbagai kekurang stabilan karena revolusi Filipina terhadap Sepanyol, dan perang Filipina Amerika. Pada tahun 1901 komisi Amerika Serikat di Filipina menerbitkan Undang-undang yang menegaskan kembali wajib belajar taraf sekolah dasar. Sejak tahun inilah mulai dikembangkan sistem pendidikan dasar yang mengikuti pola sebagaimana pola di Amerika serikat. Penggunaan bahasa Sepanyol disekolah dasar digantikan dengan bahsa inggris.

Dari apa yang telah dipaparkan diatas, dapat diringkas secara komparatif sebagai berikut:

 

Negara

Lembaga

Masalah

Malaysia

Elementary School

Karena jenis pendidikan ini dibeda-bedakan atas dasar setiap suku, maka setiap kelompok suku menjadi ter-isolasi. Juga antara desa dan kota

Singapura

Elementary School

Seperti halnya di Malaysia, hingga ada sekolah-sekolah dasar dengan bahasa pengantar bahas Inggris, Melayu, Tamil dan China.

Indonesia

Sekolah-sekolah rendah-sekolah sambungan- HIS, ELS, HCS, sekolah Schakel

Beberapa jenis sekolah berbeda dalam artian kulitas dan kuantitas. Mencerminkan kebijaksanaan membeda-bedakan kesempatan belajar atas dasar status oarang tua dalam masyarakat.

Filipina

Elementary School (pada masa pemerintahan AS selama 6 tahun)

Baik pada masa penjajahan Sepanyol maupun dalam pemerintahan AS sistem persekolahan ini nengikuti Spanyol dan AS

 

 

BAB III

PENUTUP

 

Kesimpulan

Berdasarkan pendapat dari beberapa ahli, dalam bidang metodologi penelitian, jenis-jenis metode yang sering digunakan dalam bidang pendidikan ada bermacam-macam. Diantaranya, metodologi-metodologi tersebut ada empat jenis, yaitu:Eksperimental, Ex post facto, Deskriptif dan Historis.

Peneliti menggunakan sumber-sumber tertulis atau benda-benda peninggalan sejarah sebagai dasar untuk menentukan dan mengambil data. Jenis sumber biasanya ditentukan dengan sumber langsung dan tidak langsung. Sumber-sumber langsung biasa disebut dengan sumber pertama, dan sumber tidak langsung biasa disebut dengan sumber kedua, ketiga dan seterusnya.

Pendidikan dasar di negara-negara tersebut hampir sama dalam arti lama belajar. Lain daripada itu, dengan mengamati beberapa masalah pada tiap negara setelah mencapai kemerdekaannya, masing-masing berusaha untuk mengembangkan sistem pendidikan dasar (Nasional) sebagai bagian dari Sistem Pendidikan Nasional sebagai keseluruhan.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Imam Barnadib, Pendidikan Perbandingan, (Yogyakarta: Andi Offset, 1991)

 

 

 

 

 

 

 

 

Hadis Ahkam

BAB I

PENDAHULUAN

Ibadah puasa merupakan salah satu rukun dari rukun islam yang ke 3, dengan demikian puasa  merupakan salah satu tiang dari dari agama islam. Oleh karena urgennya ibadah puasa ini, Allah swt. Dengan sangat gamblang mewajibkan ibadah puasa ini terhadap seluruh orang yang beriman hal ini tertuang dalam Firman_Nya : 

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, 183. 

Puasa dibebankan kepada orang-orang beriman agar mereka menjadi orang yang bertakwa didalam menjalani hidupnya agar tidak tergelincir kepada jalan-jalan keburukan dan terhindar dari siksa_Nya. Ini merupakan salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada para hamba_Nya. Karena disamping mereka menjadi orang yang bertakwa, mereka juga akan mereguk nikmat dan indahnya hikmah dibalik ibadah ini yang begitu luas.

Dalam pada kesempatan ini, pada makalah ini akan sedikit dibahas tentang hadis Nabi yang berkaitan dengan ketentuan-ketentuan dalam pelaksanaan puasa. Dalam makalah ini akan sedikit dibahas tentang pejelasan-pejelasan yang rinci terhadap pelaksanaan puasa yakni kapan dan bagaimana seharusnya seorang islam memulai ritual ibadah puasa dan kapan pula berakhirnya. Sehingga akan tampak jelas aturan-aturan yang telah ditentukan dalam menentukan waktu-waktu memulai puasa Ramadhan, dan dari dalam makalah ini juga nanti akan diketahui penyebab dari perbedaan penggunaan metode dalam menentukan 1 Ramadhan dan 1 syawal.

BAB II

PEMBAHASAN

باَب: الرَّيَانُ لِلصَّائِمِيْنَ

حَدَّثَنَا خَالِد بِنْ مخلد: حَدَّثَنَا سُلَيْمَان بِن بِلَال قَالَ: حَدَّثنِي أبُو حَازِم، عَنْ سَهْلٍ رضي الله عنه،عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: (إِن فِي الْجنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ، يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ، فَيَقُومُونَ لَا يَدْخُلَ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ، فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ، فَلَمْ يَدْخُلْ مٍنْهُ أَحَدٌ).

Sesungguhnya didalam surga terdapat pintu yang disebut Ar-Royyan, yang besok pada hari kiamat akan dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa. Tidak ada orang selain mereka (orang-orang yang berpuasa)yang masuk lewat pintu itu. Dikatakan: “dimanakah orang-orang yang berpuasa”?. Lalu mereka berdiri, tidak ada seorang pun selain mereka yang masuk darinya. Apabila mereka telah masuk, maka pintu itu tertutup.sehingga tidak ada seorangpun yang masuk darinya.

Penjelasan.

Hadis ini menjelaskan kepada kita bahwasanya orang-orang yang berpuasa (secara umum), mereka memiliki keistimewaan untuk memasuki surga melalui pintu yang khusus bagi mereka yaitu pintu Ar-Rayyan. Dimana hanya orang-orang yang berpuasa saja yang memiliki hak untuk lewat melalui pintu ini.

بَاب: قَوْلِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم: (إذَا رَأيْتُمُ الْهِلَالَ فَصُومُوا، وإذَا رَأيْتُمُوهُ فَأفْطَرُوا).


وَقَالَ صلَةُ، عَنْ عَمَّارْ: مَنْ صَامَ يَومَ الشَّكِ فَقَدْ عَصَى أبَا الْقَاسِمِ صلى الله عليه وسلم.

Shilah berkata dari Ammar, barang siapa yang berpuasa pada hari yang meragukan, maka sesunggunya dia telah melanggar ajaran Abul Qasim(Nabi)

– حَدَّثَنَا عَبْدُ الله بنُ مَسْلَمَةَ، عَنْ مَالِك، عَنْ نَافِع، عَنْ عَبْدِ الله بنِ عُمَر رضي الله عنهما:أنَّ رَسُول الله صلى الله عليه وسلم ذَكَرَ رَمَضَانَ، فَقَالَ: (لاَ تَصُومُوا حَتَّى تَرَوُا الْهِلَال، وَلَا تُفْطِرُوا حَتَّى تَرَوهُ، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ).

Dari ‘Abullah bin Umar r.a, mengatakan bahwa Rasulullah pernah berbicara perihal bulan Ramadhan. Beliau bersabda: maka janganlah kamu berpuasa sehingga melihat bulan sabit (tanggal 1 Ramadhan), dan janganlah kamu berbuka sehingga kamu melihatnya (tanggal 1 syawal). Jika bulan itu tertutup atasmu, kira-kirakanlah bilangannya.

– حَدَّثَنَا عَبْدُ الله بنُ مَسْلَمَةَ: حَدَّثَنَا مَالِك، عَنْ عَبْدِ الله بنِ دِينَاٍر، عَنْ عَبْدِ الله ابنِ عُمَرَ رضي الله عَنْهُمَا:
أنَّ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم قَالَ: (الشَّهْرُ تِسْعٌ وَعِشْرُونَ لَيْلَةً، فَلَا تَصُومُوا حَتَّى تَرَوهُ، فَإنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا الْعِدَّةَ ثَلَاثِيْنَ).

Dari ‘Abullah bin Umar r.a, berkata bahwasanya Nabi bersabda: sebulan itu dua puluh sembilan malam, maka janganlah kamu berpuasa sehingga melihat bulan sabit ( tanggal 1 Ramadhan), dan janganlah kamu berbuka sehingga kamu melihatnya  (tanggal 1 syawal), jika bulan tertutup atasmu, maka sempurnakanlah bulan sya’ban tiga puluh hari.

– حَدَّثَنَا أبُو الْوَلِيْدِ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ جَبْلَة بنِ سُحَيْم قَالَ: سَمِعْتُ ابنُ عُمَرَ رضي الله عَنْهُمَا يَقُولُ:
قَالَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم: (الشَّهْرُ هَكَذَا وَهَكَذَا). وَخَنسَ اْلإِبْهَامٌ فِي الثَّالثة.

Dari Ibnu Umar, ia berkata bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda: sebulan itu seperti ini dan seperti ini. Dan beliau menggenggam ibu jarinya pada kali yang ketiga.

– حَدَّثَنَا آدم: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ: حَدَّثَنَا مُحَمَّد بْنُ زِيَاد قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ رضي الله عَنْهُ يَقُولُ:
قَالَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، أَوْ قَالَ: قَالَ أَبُو الْقَاسِمِ صلى الله عليه وسلم: (صُومُوا ِلرُؤيَتِهِ وَأفْطَرُوا لِرُؤْيَتِهِ، فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمَلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِينَ).

Dari Abi Hurairah r.a, ia berkata, bahwasanya Nabi Muhammad saw. Bersabda: berpuasalah kamu bila melihatnya ( bulan sabit tanggal satu Ramadhan), dan berbukalah bila kamu melihatnya (bulan sabit tanggal satu syawal). Jika bulan itu tertutup atasmu, maka sempurnakanlah bilangan sya’ban tiga puluh hari.

– حَدَّثَنَا أبُو عَاصِم، عَنْ ابنِ جُرَيْج، عَنْ يَحْيىَ بنِ عَبْدِ الله بْنِ صَيفِيٌّ، عَنْ عِكْرِمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَن، عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ رضي الله عَنْهَا: أنَّ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم آلى مِنْ نِسَائِهِ شَهْرًا، فَلَمَّا مَضَى تِسْعَةُ وَعِشْرُونَ يَوْمًا غَدَا، أو راح، فَقِيلَ لَهُ: إنَّكَ حَلَفْتَ أنْ لَا تَدْخُلَ شَهْرًا؟. فَقَالَ: (إنَّ الشَّهْرَ يَكُونُ تِسْعَةً وَعِشْرِينَ يَوْمًا).

Dari Ummu Salamah r.a ia berkata, sesungguhnya mengila’ sebagian isteri beliau selama satu bulan. Ketika telah lewat duapuluh sembilan hari, beliau pergi kepada mereka pada waktu pagi dan sore. Maka dikatakan kepada beliau “(Wahai Nabiyullah), sesungguhnya engkau bersumpah tidak akan memasuki (mereka) selama satuu bulan?”. Beliau bersabda: sesungguhnya satu bulan itu 29 hari.”

– حدثنا عبد العزيز بن عبد الله: حدثنا سليمان بن بلال، عن حميد، عن أنس رضي الله عنه قال: آلى رسول الله صلى الله عليه وسلم من نسائه، وكانت انفكت رجله، فأقام في مشربة تسعا وعشرين ليلة، ثم نزل، فقالوا: يا رسول الله، آليت شهرا؟. فقال: (إن الشهر يكون تسعا وعشرين)

Rasul saw pernah bersumpah untuk tidak mendatang para isteri beliau dan kaki beliau telah mengalami keletihan maka beliau tinggal ditempat yang tinggi selama 29 hari lalau turun. Orang-orang berkata:Wahai rasulullah anda telah bersumpah selama satu bulan. Maka beliau saw. Bersabda: satu bulan itu bisa berjumlah 29 hari

Penjelasan:

Hadis-hadis diatas menjelaskan kepada kita tentang bagaimana dan kapan kita harus memulai dan dan mengakhiri bulan Ramadhan. Dalam mengawali bulan Ramadhan, maka pertama sekali, kita diperintahkan untuk melihat keadaan bulan secara langsung (apakah telah membentuk bulan baru atau belum). Begitu juga dalam menentukan akhir bulan Ramadhan dan atau 1 syawal, dengan cara melihat bulan pula hal ini mengacu pada hadis yang berbunyi: صُومُوا ِلرُؤيَتِهِ وَأفْطَرُوا لِرُؤْيَتِهِ  . dan metode ini dikenal dengan nama metode rukyatul hilal.[1] Cara ini disebut imkanurrukyah.

Pemerintah Republik Indonesia selama ini cendrung menganut kriteria awal bulan Imkan Rukyah MABIMS. Dimana keesokan harinya akan masuk bulan baru jika kondisi bulan memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  • Ketinggian hilal tidak kurang dari 2 derajat di atas ufuq ketika matahari terbenam.
  • Sudut elongasi matahari-bulan tidak kurang dari 3 derajat
  • Umur bulan ketika terbenam matahari tidak kurang 8 jam, dihitung mulai dari terjadinya ijtimak (konjungsi).

Seperti pada gambar dibawah ini:

  

Kriteria MABIMS di atas merupakan patokan minimal dalam sidang istbat dalam menentukan apakah pengakuan kenampakan hilal dapat diterima atau tidak. Jika adanya pengakuan kenampakan hilal padahal kondisi hilal menurut hisab belum memenuhi kriteria di atas, maka pengakuan tersebut akan di tolak oleh sidang Istbat. Untuk awal Syawal 1432 H (kemungkinan besar Idul Fitri 1432 H), maka kondisi hilal untuk seluruh wilayah Indonesia pada hari rukyah belum memenuhi kriteria MABIMS di atas.

Adapun cara yang kedua, yakni apabila keadaan bulan tidak tampak oleh karena tertutup awan atau hal lain yang menghalangi pengelhatan kita terhadap bulan, sehingga bulan tidak bisa dilihat secara nyata, maka kita oleh nabi diperintahkan untuk menghitungnya (menghisabnya) secara matematis.[2] Yaitu perhitungan untuk memperkirakan posisi matahari dan bulan terhadap bumi. Cara ini disebut dengan wujudul hilal.

Muhammmadiyah cendrung menetapkan awal bulan dengan menggunakan kriteria wujudul hilal, dimana keesokan harinya akan masuk bulan baru jika pada hari rukyah matahari terbenam lebih dulu daripada bulan, menurut hisab. Atau dengan kata lain, piringan atas bulan berada di atas ufuq ketika matahari terbenam. seperti telihat pada gambar di bawah ini:

– باب: لاَ يَتَقَدَّمَنَّ رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلَا يَوْمَيْنِ.

– حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيْم: حَدَّثَنَا هِشَام: حَدَّثَنَا يَحْيىَ بنُ أَبِي كَثِير، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أِبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه،
عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: (لَا يَتَقَدَّمَنَّ أَحَدُكُمْ رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ أوْ يَوْمَيْنِ، إِلَّا أَنْ يَكُوُنَ رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمَهُ، فَلْيَصُمْ ذَلِكَ الْيَوْم).

Dari Abi Hurairah, ia berkata bahwasanya Nabi saw. Bersabda: jangan sekali-kali kamu mendahului bulan Ramadhan dengan puasa sehari atau dua hari, kecuali seseorang yang biasa berpuasa, maka berpuasalah hari itu


[1]  Rukyatul Hilal adalah kriteria penentuan awal bulan (kalender) Hijriyah dengan merukyat (mengamati) hilal secara langsung. Apabila hilal (bulan sabit) tidak terlihat (atau gagal terlihat), maka bulan (kalender) berjalan digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari. Kriteria ini berpegangan pada Hadis Nabi Muhammad:صُومُوا ِلرُؤيَتِهِ وَأفْطَرُوا لِرُؤْيَتِهِ، فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمَلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِينَ.

[2]  Secara harfiyah HISAB bermakna ‘perhitungan’. Di dunia Islam istilah ‘hisab’ sering digunakan sebagai metode perhitungan matematik astronomi untuk memperkirakan posisi matahari dan bulan terhadap bumi. Kriteria ini berpegangn pada hadis nabi muhammad                 فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ  

materi pendidikan menurut tinjauan Al-Qur’an

BAB I
PENDAHULUAN
Al-Qur’an ialah firman Allah berupa wahyu yang disampaiakan oleh Jibril kepada Nabi Muhammmad saw. Di dalamnya terkandung ajaran pokok yang dapat dikembangkan untuk keperluan seluruh aspek kehidupan melalui uapaya para pemeluknya denagan cara ijtihad. Ajaran yang terkandung dalam Al-Qur’an itu terdiri darai dua prinsip besar, yaitu dengan masalah yang berhubungan dengan keiamanan yang disebut akidah, dan dengan yang berhubungan dengan amal yaitu syari’ah.
Ajaran-ajaran yang berkenaan dengan iman, dibicarakan di dalam Al-Qur’an tidak sebanyak ajaran yang berkenaan dengan amal perbuatan. Hal ini menunjukkan bahwa amal itulah yang paling banyak dilaksanakan. Sebab semua amal perbuatan manusia dalam hubungannya dengan Allah, dengan dirinya sendiri, dengan manusia sesamanya, dengan alam dan lingkungannya, dengan makhluk lainnya, termasuk dalam ruang lingkup amal shaleh (Syari’ah). Istilah-istilah yang biasa digunakan untuk membicarakan ilmuu tentang syari’ah ialah: a) ibadah, untuk perbuatan yang langsung berhubungan dengan Allah, b) mu’amalah, untuk perbuatan yang berrhubungan dengan selain Allah, dan c) akhlaq, untuk tindakan yang menyangkut etika dan budi pekerti dalam pergaulan
Oleh karena pendidikan merupakan suatu upaya membentuk manusia seutuhnya/ memanusikan manusia, maka pendidikaan tergolong kegiatan mu’amalah. Pendidikan sangat penting karena ia ikut menentukan corak dan bentuk amal dan kehidupan manusia, baik pribadi maupun masyrrakat.
Dalam makalah ini akan dibahas mengenai tinjauan Al-qur’an terhadap pedidikan yakni materi pendidikan menurut Al-Qur’an, dan makalah ini diberi judul “Tafsir Ayat-ayat Al-Qur’an tentang Materi Pendidikan. Dan dalam pembahasannya mengangkat Al-Qur’an Surah Luqman ayat 12-19

BAB II
PEMBAHASAN
TAFSIR AYAT TENTANG MATERI PENDIDIKAN
1. Ayat dan Terjemahan Al-Qur’an Surat Luqman ayat 12-19

Dan Sesungguhnya Telah kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), Maka Sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.(12)Dan (Ingatlah) ketika Luqman Berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.(13)Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya Telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun[1180]. bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, Hanya kepada-Kulah kembalimu.(14)Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, Kemudian Hanya kepada-Kulah kembalimu, Maka Kuberitakan kepadamu apa yang Telah kamu kerjakan.(15) (Luqman berkata): “Hai anakku, Sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus[1181] lagi Maha Mengetahui.(16)Hai anakku, Dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan Bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).(17)Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.(18)Dan sederhanalah kamu dalam berjalan[1182] dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.(19)

1.1. Terjemahan mufrodat

لقمان : Seorang tukang kayu berkulit hitam المختل : orang yang bersikap angkuh dlm berjalan
الحكمة : kebijaksanaan dan kecerdikan الفخور : orang yang membanggakan harta dan kedudukan
العظة : mengingatkan dengan cara baik اقصد : bersikap pertengahanlah atau bersikap sederhana
الوهن : lemah اغضض : rendahkanlah dan kurangilah
الفصال : menyapih
الاصعر : memalingkan muka karena sombong انكرالاصوات : suara yang paling buruk
مرحا : gembira yang dibarengi rasa sombong

1.2. Penjelasan ayat

Ayat 12
Dan sesunnguhnya Allah telah memberikan hikmah kepada Lukman, yaaitu ia selau bersyukur dan memuji kepada_Nya atas apa yang telah diberikan kepadanya dari karunia_Nya, karena sesungguhnya Dia-lah yang patut mendapat puji dan dan syukur itu.
Lukman adalah seorang tukang kayu, kulitnya hitam dan dia termasuk diantara pendududk mesir yang berkulit hitam, dan dia termasuk penduduk Mesirserta dia adalah seorang yang sederhana. Allah telah memberinya hikmah kepadanya. Hikmah yang tercermin dari Lukman anatara lain perkataannya kepada anak lelakinya “hai anakku sesungguhnya dunia itu adalah laut yang dalam, dan sesungguhnya banyak manusia yang tenggelam kedalamnya. Maka jadikanlah perahumu di dunia ini bertaqwa kepada Allah. Muatannya iman dan layarnya bertawakkal kepada Allah. Barangkali saja amu dapat selamat, akan tetapi aku yakin kamu dapat selamat”.
Dan perkataan Lukman yang lain ialah “barang siapa yang dapat menasehati dirinya sendiri, niscaya ia akan mendapat pemeliharaan dari Allah. Dan barang siapa yang dapat menyadarkan orang-orang lain akan dirinya sendiri, niscaya Allah akan menambah kemuliaan baginya karena hal tersebut. Hina dalam rangka taat kepada Allah lebih baik daripada membangkan diri dalam kemaksiatan.”
Syukur adalah memuji kepada Allah menjurus kepada perkara yang baik, cinta kebaikan untuk manusia, dan mengarahkan seluruh anggaota tubuh serta semua nikmat kepada ketaataan kepda_Nya

Ayat 13
Lukman kepada anaknya, bahwa perbutan syirik itu merupakan kezaliman yang besar. Syirik dinamakan perbuatan yang zalim, karena perbuatan syirik itu berarti meleakakkan sesutau bukan pada tempatnya. Dan ia dikatakan dosa besar, karena perbuatan itu berartimenyamakan kedudukan tuhan, yang hanya dari Dia-lah nikmat, yaitu Allah swt, dengan sesuatu yang tidak memiliki nikmat apapun, yaitu berhala-berhala.
Imam Bukhari telah meriwatakan sebuah hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud. Ibnu Mas’ud telah menceritakan bahwa ketika ayat ini diturunkan, yaitu firman_Nya:

Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka Itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.Q.S .6:82

Maka hal itu dirasakan sangat berat oleh para sahabat, lalu mereka berkata :” siapakah diantara kita yang mencampuradukan imannya dengan perbuatan zalim?” Maka Rasulullah saw berkata: “sesungguhnya perbuatan zalim tidaklah demikian, tidakkah kalian pernah mendengar perkataan Lukman? (kemudian Rasulullah membaca surat Lukman ayat 13)

Ayat 14
Setelah allah menuturkan apa yang diwasiatkan oleh Lukman terhadap anaknya, yaitu supaya ia bersyukur kepada Allah yang telah memberikan semua nikmat, yang tiada seorangpun yang bersekutu dengan_Nya dalam menciptakan sesuatu. Kemudian Lukman menegaskan bahwasannya perbuatan syirik itu adalah perbuatan yang buruk. Selanjutnya Allah mengiringi hal tersebut dengan wasiat-Nya kepada semua anak supaya mereka berbuat baik kepada kedua orang tuanya, karena sesungguhnya kedua orang tua merupakan penyebab dari keberadaannya di dunia ini.
Lebih-lebih terhadap ibu. Karena ibu telah mengandungnya, sedangkan ia dalam kadaan lemah yang kian bertambah disebabkan makin besarnya kandungan sehingga melahirkannya, kemudian dengan sampai selaesai masa nifasnya. Selain hal tersebut, yaitu bahwa ibu telah merawatnya dengan penuh kasih sayang dan merawatnya dengan sebaik-baiknya sewaktu ia belum bisa berbuat apa-apa bagi dirinya. Dan menyapihnya dari persusuan sesudah ia dilahirkan dalam jangka waktu dua tahun. Selama masa itu, ibu mengalami berbagai masa kerepotan dan kesulitan dalam rangka mengurus keperluan anaknya.
Oleh karena itu, Rasulullah saw ketika ada seseorang bertanya tentang siapa yang paling berhak ia berbakti kepadanya, maka beliau menjawab, ibumu, kemudian ibumu, kemudian ibumu. Sesudah itu baru rasulullah mengatakan, kemudian ayahmu.
Selanjutnya Allah memerintahkan kepada anak tersebut untuk senantiasa bersyukur kepada-Nya atas nikmat yang dilimpahkan kepadanya, dan juga bersyukur kepada kedua ibu bapaknya, karena sebab merekalah ia ada di dunia ini. Alasan dari perintah bersyukur ialah karena hanya kepada Allah lah dirinya kelak akan kembali.

Ayat 15
Menurut suatu riwayat disebutkan, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Sa’ad ibnu Abi Waqas. Sehubungan dengan hal ini sahabat Sa’ad ibnu Abi Waqas telah menceritakan,” ketika aku masuk Islam, ibuku bersumpah, bahwa ia tidak mau makan dan tidak mau minum. Lalu pada hari pertama akumembujukknya supaya mau makan dan minum, akan tetapi ia menolak dan tetap pada pendiriannya. Dan pada hari kedua, aku membujuknya supaya mau makan dan minum, tetapi ia tetap menolak. Sehingga hari ketiga aku membujuknya lagi, dan ia masih juga menolak. Maka aku berkata, Demi Allah seandainya engkau mempunyai seratus nyawa, niscaya semua itu akan keluar dan aku tidak akan meninggalkan agamaku ini.” Dan ketika ibuku telah melihat bahwasanya diriku benar-benar tidak mau mengikuti keehendaknya, akhirnya ia mau makan.
Selanjutnya, Allah swt memerintah kepada sang anak untuk menggauli mereka didalam urusan dunia dengan pergaulan yang diridhai oleh agama.
“Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku”. Yaitu jalan yang ditempuh oleh orang-orang yang beriman. Karena itulah jalan yang selamat. “Kemudian kalian akan kembali kepadaku, maka Ku beritakan apa yang kalian kerjakan.” Setelah manusia menghadap-Nya, maka Allah akan memberitahukan segala perbuatan semasa di dunia dan memberi balasan sesuai apa yang diperbuatnya.

Ayat 16
Hai anakku, sesungguhnya perbuatan baik dan perbuatan buruk itu sekalipun beratnya hanya sebiji sawi, lalu ia berada ditempat yang paling tersembunyi dan paling tidak kelihatan, seperti didalam batu besar atau ditempat yang paing tinggi seperti dilangit, atau tempat yang paling bawah seperti didalam bumi, niscaya hal itu akan dikemukakan oleh Allah swt kelak dihari kiamat. Yaitu pada hari ketika Allah meletakkan timbangan amal perbuatan yang tepat, lalu pelakunya akan mendapatkan pembalasan amal perrbuatanya, apabila amal itu baik, maka balasannya pun baik pula, dan apabila amalnya buruk, maka balasanya pun buruk pula. Sebagimana yang telah diungkapkan dengan ayat lainya, yaitu Firman_Nya:

Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, Maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. dan jika (amalan itu) Hanya seberat biji sawipun pasti kami mendatangkan (pahala)nya. dan cukuplah kami sebagai pembuat perhitungan.( Q.S. 21;47)

Dan penjelasan selanjutnya; sesungguhnya Allah maha lembut, penetahuan-Nya meliputi hal-hal yang tidak tampak, lagi maha waspada. Dia mengetahui segala perkara yang tampak dan yang tidak tampak.

Ayat 17
Hai anakkku dirikanlah shalat, yakni kerjakanlah shalat dengan sempurna sesuai dengan cara yang diridhai. Karena di dalam shalat itu terkandung ridha tuhan, sebab orang yang mengerjakannyaberarti menghadap dan tunduk kepadanya. Dan didalam shalat terkandung hikmah lainnya. Yaitu dapat mencegah dari orang yang bersangkutan dari perbuatan keji dan mungkar. Maka apabila seseorang itu melaksanakan dengan sempurna, niscaya bersihlah jiwanya dan berserah diri kepada tuhannya.
Sesudah itu luqman memerintahkan kepada anaknya untuk menyempurnakan dirinya demi memenuhi hak Allah yang dibebankan kepada dirinya, lalu dia memerintahkan kepada anaknya supaya menyempurnakan pula terhadap orang lain (wa’mur bil ma’ruf) dan cegahlah manusia dari semua perbuatan durhaka kepada Allah(wanha ‘anil munkar) dan bersabar terhadap apa yang menimpa kamu dan orang lain ketika kamu ber-amar ma’ruf nahi munkar (washbir ‘alaa maa ashabaka). Sesungguhnya hal itu yang telah kupesankan kepadamu, termasuk hal-hal yang diwajibkan oleh Allah kepada hamba_Nya, tanpa ada pilihan lain. Karena didalam hal tersebut terkandung faedah yang besar dan manfaat yang banyak.

Ayat 18
Janganlah kamu memalingkan mukamu terhadap orang-orang yang kamu berbicara dengannya, karena sombong dan meremehkannya. Akan tetapi hadapilah dia deengan muka yang berseri-seri dan gembira, tanpa rasa sombong dan tinggi hati. Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh dan menyombongkan diri, karena sesungguhnya hal ituadalah cara jalan orang-orang yang angkara murka dan sombong, yaitu mereka yang gemar melakukan kekejaman di muka bumi dan suka berbuat zalim terhadap orang lain. Akan tetapi berjalanlah dengan sikap sederhana, karena sesungguhnya cara jalan yang demikian mencerminkan rasa rendah hati.Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang angkuh, yang merasa kagum terhadap dirinya sendiri, yang bersikap sombong terhadap orang lain.

Ayat 19
Dan berjalanlah dengan langkah yang sederhana, yakni tidak terlalu lambat dan tidak terlalu cepat, akan tetapi akan tetapi berjalanlah dengan wajar tanpa dibuat-buat dan juga tanpa pamer menonjolkan sikap tawadu’.
Kurangilah tingkat kekerasan suaramu, dan perpendeklah cara bicaramu, janganlah kamu mengangkat suaramu bilamana tidak diperlukan sekali. Karena sesungguhnya sikap yang demkian itu, lebihh berwibawa bagi yang melakukannya, dan lebih mudah diterima oleh jiwa pendengarnya serta lebih gampang untuk dimengerti.
Sesungguhnya suara yang paling buruk dan paling jelek karena dikeraskan lebih dari apa yang diperlukan tanpa penyebab adalah suara keledai. Dengan kata lain, bahwa orang yang meninggikan suaranya itu berarti sama dengan suara keledai. Didalam ungkapan ini, yaitu menjadikan orang yang mengersakan suaranya diserupakan dengan suara keledai. Dalam hal ini nada dan kerasnya suara. Dan suara yang sepertti itu sangat tidak disukai_Nya.

2. Hubungan Al-Qur’an Surat Luqman dengan materi Pendidikan

Pada ayat 12 Allah menjelaskan profil Lukman sebagai hamba Allah yang diberi anugerah Al-Hikmah dari-Nya. Dengan Al-Hikmah itu ia mendidik anaknya menjadi hamba Allah yang senantiasa bersyukur. Langkah-langkah Lukman mendidik anaknya dalam upaya mencapai ‘abdan syakura dijelaskan dalam ayat 13 sampai ayat 19 dengan rincian sebagai berikut:
a. Larangan berbuat syirik, yaitu menyekutukan Allah dengan segala sesuatu
b. Perintah berbuat baik kepada kedua orang tua/ keharusan berbuat baik kepada orang tua yang juga dibatasi oleh aturan-aturan Allah
c. Keimanan.
d. Shalat dan amar ma’ruf nahi munkar
e. Etika

Dari sisi redaksi, secara keseluruhan nasihat Lukman berisi sembilan perintah, tiga larangan dan tujuh argumentasi. Sembilan perintan tersebut adalah:
a. Berbuat baik kepada orang tua
b. Syukur kepada Allah dan orang tua
c. Berkomunikasi dengan baik kepada orang tua
d. Mengikuti pola hidup anbiya’ dan shalihin
e. Menegakkan shalat
f. Amar ma’ruf
g. Nahi munkar
h. Sederhana dalam kehidupan
i. Bersikap sopan dalam berkomunikasi
Adapun yang berbentuk larangan adalah:
a. Larangan syirik
b. Larangan bersikap sombong
c. Larangan berlebihan dalam kehidupan

Sedangkan ketujuh argumen tersebut adalah:
a. Barang siapa bersyukur, sungguh syukurnya itu untuk dirinya sendiri, dan barang siapa kufur, sesungguhnya Allah Maha Kaya dan Maha terpuji
b. Sesungguhnya syirik itu ialah kezaliman yang besar
c. Kepada_Nya manusia dikembalikan, untuk mempertanggung jawabkan apa yang telah diperbuatnya selama hidup di dunia
d. Sesungguhnya Allah maha mengetahui segala sesuatu
e. Sesungguhnya semua itu merupakan ‘azmil umuur/ merupakan sesuatu yang telah diwajibkan
f. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong
g. Sesungguhnya sejelek-jelenya suara adalah suara keledai.

Berangkat dari beberapa rincian diatas, materi pendidikan yang terdapat dalam Al-Qur’an Surat Lukman yang telah dissampaikan oleh Lukman al-Hakim kepada anaknya, dapat dikategorisasikan sebagai berikut:
Pertama, ‘aqaaid (Akidah), yang menyangkut masalah keimanan kepada Allah, hal ini sudah tercakup iman kepada malaikat, kitab-kitab_Nya, para nabi, hari kiamat, dan qadha dan qadar. Materi ini terdapat pada ayat 12,13, dan 16
Kedua, syari’at, yakni satu sistem norma Ilahi yang mengatur hubungan manusia denagn tuhan, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan alam. Kaidah syari’ah ini terbagi menjadi dua: pertama, ibadah, seperti shalat, thaharah, zakat, puasa dan haji. Kedua, mu’amalah yakni tata aturan Ilahi yang mengatur hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan harta benda. Aspek syari’ah ini termaktub pada ayat 14,15, dan 17
Ketiga, Akhlaq. Secara etimologis, akhlaq adalah perbuatan yang mempunyai sangkut paut dengan khaliq (pencipta). Akhlaq ini mencakup akhlaq manusia terhadap khaliqnya, dan akhlaq manusia terhadap makhluk. Aspek ini terdapat pada ayat 14,15, 18, dan 19. Baik ibadah, muamalah, dan akhlak pada hakikatnya bertitik tolak dari akidah.
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Berangkat dari beberapa rincian diatas, materi pendidikan yang terdapat dalam Al-Qur’an Surat Lukman yang telah dissampaikan oleh Lukman al-Hakim kepada anaknya, dapat dikategorisasikan sebagai berikut:
Pertama, ‘aqaaid (Akidah), yang menyangkut masalah keimanan kepada Allah, hal ini sudah tercakup iman kepada malaikat, kitab-kitab_Nya, para nabi, hari kiamat, dan qadha dan qadar. Materi ini terdapat pada ayat 12,13, dan 16
Kedua, syari’at, yakni satu sistem norma Ilahi yang mengatur hubungan manusia denagn tuhan, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan alam. Kaidah syari’ah ini terbagi menjadi dua: pertama, ibadah, seperti shalat, thaharah, zakat, puasa dan haji. Kedua, mu’amalah yakni tata aturan Ilahi yang mengatur hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan harta benda. Aspek syari’ah ini termaktub pada ayat 14,15, dan 17
Ketiga, Akhlaq. Secara etimologis, akhlaq adalah perbuatan yang mempunyai sangkut paut dengan khaliq (pencipta). Akhlaq ini mencakup akhlaq manusia terhadap khaliqnya, dan akhlaq manusia terhadap makhluk. Aspek ini terdapat pada ayat 14,15, 18, dan 19. Baik ibadah, muamalah, dan akhlak pada hakikatnya bertitik tolak dari akidah.

DAFTAR PUSTAKA
1. Ahmad Mustafa Al-Maraghi, Al-Maraghi (terj.), (Semarang: Toha Putra, 1993)
2. Hamka, Tafsir Al-Azhar, (Surabaya: Yayasan Latimojong, 1979)
3. Muhammad Nasib Ar-Rifa’i, Tafsir ibnu Katsir (terj.), (Jakarta:Gema Insani, 2000)
4. Nurwadjah Ahmad, Tafsir Ayat-ayat Pendidikan, (Bandung: Marja, 2010)
5. Zakiyah Daradjat dkk, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 2006)